PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kotawaringin (Barat) menghadiri sekaligus meresmikan peluncuran absen online siswa yang pertama kali se-Kobar di SMP Negeri 12 Arut Selatan, Sabtu, 14 Desember 2024. 

Absen online siswa dibuat berdasarkan  tingkat kedisiplinan siswa-siswi rendah seperti banyaknya murid terlambat sehingga Kepala Sekolah SMPN 12 Arsel, Eka Rubiyatun bersama guru bidang TIK membuat absen online bagi siswa yang terhubung ke kontak orang tua masing-masing. 

Plt Kepala Disdikbud Kobar, Jamri mengatakan, bahwa pihaknya sangat mendukung atas inisiatif dan inovatif dari guru-guru SMPN 12 Arsel dengan hadirnya absen online siswa ini, kedisplinan anak-anak menjadi lebih baik. 

"Kami menyambut baik dan kami bangga ada inisiatif dari sekolah melalui guru TIK membuat inovasi absen online siswa untuk mendisiplinkan anak dan ini insyaallah satu-satunya di Kabupaten Kotawaringin Barat dan di Kalimantan Tengah, dan mudah-mudahan dapat diikuti sekolah yang lain," katanya. 

Kemudian, Kepala Sekolah SMPN 12 Arsel, Eka Rubiyatun menyampaikan, bahwa sejak penerapan absensi online tersebut, anak-anak menjadi semakin disiplin, dari yang biasanya jumlah anak terlambat mencapai 60 siswa, sekarang mulai berkurang menjadi 1 sampai 2 siswa.

"Alhamdulillah perubahannya signifikan ya, kelebihan absen online kita adalah apabila anak tersebut membolos atau tidak masuk sekolah, kami bisa melacak posisi dia dimana, jadi disini pukul 06.31 sudah dianggap terlambat, dan nanti di handphone orang tua akan mendapatkan notifikasi bahwa anaknya terlambat sekolah," jelasnya.

Lebih lanjut, sebelumnya sistem absen online siswa dikenakan biaya. Namun, Eka Rubiyatun mengungkapkan, bahwa pihak sekolah telah membayar biayanya sehingga anak-anak hanya tinggal mengisi daftar hadir sebelum pukul 06.30 WIB. 

"Itu semua ditanggung oleh sekolah, tidak dibebankan ke orang tua, dan sekarang aplikasi akan terus kami kembangkan jadi nanti semester depan Januari 2025 absensi onlinenya pakai wajah bagian mata, karena sebelumnya kami menggunakan barcode, pakai kode begitu kadang ada anak yang lupa membawa jadi kami upayakan memakai wajah," tandasnya. (NURITA/H)