PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada seminar internasional bertajuk "The Role of Academics in Dealing with The Triple Planetary Crisis", Prof Rahmawaty menyampaikan materi bertajuk "Collaboration In Implementing Tridharma Activities to Address The Triple Planetary Crisis". 

Dalam paparannya, Prof Rahmawaty menekankan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi tantangan besar yang dikenal sebagai krisis planetari tiga kali lipat, yang mencakup perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi.

Prof Rahmawaty menjelaskan bahwa krisis-krisis ini saling terkait dan memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan manusia.

"Perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi adalah masalah yang saling berhubungan dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan kita," ujarnya kepada Borneonews pada Senin, 16 Desember 2024.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang holistik dan kolaboratif untuk mengatasi tantangan ini.
Sebagai kelompok yang bertanggung jawab dalam menghasilkan pengetahuan, akademisi memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

--page

"Akademisi harus berperan aktif dalam mencari solusi dan memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," tambah Prof Rahmawaty.

Kolaborasi antar akademisi dan institusi pendidikan di seluruh dunia menjadi kunci dalam menghadapi krisis planetari ini.

Prof Rahmawaty juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan Tridharma untuk mengatasi krisis planetari.

"Kolaborasi antar akademisi, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan," jelasnya.

Dengan bekerja sama, diharapkan dapat tercipta inovasi dan kebijakan yang mampu mengatasi dampak dari krisis planetari.

Dalam seminar tersebut, Prof Rahmawaty juga mengajak para akademisi untuk terus berinovasi dan melakukan penelitian yang relevan dengan isu-isu lingkungan.

"Penelitian yang berfokus pada solusi praktis dan aplikatif sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global ini," katanya.

Selain itu, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat juga harus diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Dengan adanya seminar internasional ini, diharapkan para akademisi dapat lebih memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam menghadapi krisis planetari.

"Kami berharap seminar ini dapat menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta memperkuat kolaborasi dalam mencari solusi atas tantangan global yang semakin mendesak," tutur Prof Rahmawaty. (TESTI PRISCILLA/y)