SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kepala Stasiun Meteorologi BMKG H. Asan Kotawaringin Timur (Kotim) Mulyono Leo Nardo mengingatkan masyarakat akan kondisi cuaca ekstrem yang dipengaruhi oleh fenomena La Nina lemah. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga April 2025, membawa curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“La Nina ini akan meningkatkan curah hujan, membuat wilayah kita lebih basah. Selain itu, suhu permukaan laut yang lebih hangat dari normal juga memicu pembentukan awan hujan lebih banyak. Angin barat yang dominan menambah potensi hujan, terutama di sore hingga malam hari, bahkan hingga pagi,” kata Mulyono, Selasa, 17 Desember 2024.

BMKG memperkirakan potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat dan angin kencang, di Kotim hingga tiga hari ke depan, yakni pada 17-19 Desember 2024. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat, terutama mereka yang berada di daerah rawan banjir dan longsor.

Mulyono juga menyoroti potensi gelombang tinggi di Laut Jawa yang dapat mengganggu rantai pasok bahan pokok ke Kotim.

“Gelombang laut di area Laut Jawa pada 16-22 Desember diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,50 meter. Kondisi ini cukup membahayakan, terutama bagi kapal feri yang membawa stok makanan dari Pulau Jawa,” ujarnya.

--page

Ia juga memperingatkan potensi gelombang yang lebih tinggi, yakni di atas 2,5 meter, pada 20-25 Desember 2024. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari para stakeholder yang terlibat dalam transportasi laut.

“Gelombang tinggi ini bisa memengaruhi distribusi logistik ke Kotim. Kami berharap semua pihak mewaspadai kondisi ini agar pasokan kebutuhan pokok tetap lancar,” tambahnya.

BMKG memprediksi cuaca menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) cenderung hujan, terutama di wilayah pantai. Untuk daerah Teluk Sampit, potensi gelombang tinggi antara 1 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi pada 20-25 Desember 2024.

Mulyono meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dari BMKG, terutama bagi yang akan melakukan perjalanan laut atau aktivitas di daerah pesisir. BMKG juga mengimbau pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem ini terhadap distribusi logistik dan keselamatan transportasi. (DEWI PATMALASARI/Y)