PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya -  Volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Palangka Raya mencapai angka yang cukup signifikan, yakni 168 ton per hari.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palangka Raya, Alman P Pakpahan.  Angka tersebut menunjukkan besarnya tantangan pengelolaan sampah di kota ini.

Dia menjelaskan bahwa angka 168 ton per hari merupakan rata-rata volume sampah yang diterima TPA dalam beberapa waktu terakhir.

Fluktuasi volume sampah memang terjadi, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti hari libur, musim hujan, dan aktivitas masyarakat. Namun, secara umum, angka tersebut menunjukkan tren yang terus meningkat.

"Meningkatnya volume sampah ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah kota," katanya, Rabu, 18 Desember 2024.

--page


DLH Palangka Raya terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan sampah, baik dari sisi pengumpulan, pengangkutan, hingga pemrosesan di TPA. 

Upaya ini meliputi peningkatan kapasitas TPA, optimalisasi armada pengangkut sampah dan sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.

Sosialisasi kepada masyarakat difokuskan pada pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya.

Dengan memilah sampah organik dan anorganik, diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan memudahkan proses pengolahannya. 

Program bank sampah juga terus digalakkan untuk mendorong masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan sampah.

Selain itu, DLH Palangka Raya juga tengah mengkaji berbagai teknologi pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif TPA terhadap lingkungan sekitar dan meningkatkan nilai ekonomis dari sampah.  Kajian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pakar dan akademisi di bidang pengelolaan sampah.

Keberhasilan pengelolaan sampah di Palangka Raya membutuhkan peran serta semua pihak. Masyarakat diharapkan lebih disiplin dalam membuang sampah dan aktif berpartisipasi dalam program-program pengelolaan sampah yang telah dicanangkan pemerintah. 

"Kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta sangat penting untuk mencapai pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," pungkasnya. (HENDRI/Y)