BORNEONEWS, Palangka Raya - Sampah plastik di Kota Palangka Raya semakin mengkhawatirkan. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palangka Raya, Alman P. Pakpahan, sebanyak 70 persen sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setiap harinya merupakan sampah plastik.
Kondisi ini menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah plastik dengan baik. Padahal, sampah plastik memiliki potensi untuk didaur ulang dan memiliki nilai ekonomis.
Warga dapat menjual sampah plastik ke Pusat Daur Ulang (PDU) yang terletak di Jalan Wortel atau menukarnya dengan barang kebutuhan sehari-hari di bank sampah.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Palangka Raya untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilah sampah dari sumbernya," katanya, Rabu, 18 Desember 2024.
Dengan memilah sampah, masyarakat dapat memudahkan proses daur ulang dan mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA. Selain itu, kegiatan daur ulang juga dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pemerintah Kota Palangka Raya juga terus berupaya untuk mengatasi masalah sampah plastik dengan berbagai program, seperti sosialisasi pengelolaan sampah, pembangunan fasilitas pengolahan sampah, dan kerjasama dengan berbagai pihak terkait.
--page
Namun, upaya pemerintah tidak akan berhasil tanpa dukungan dari masyarakat. Oleh karena itu, kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi masalah sampah plastik ini. (HENDRI/Y)









