BORNEONEWS, Barito Selatan - Suhardison, alias Udi, 33, yang tewas mengenaskan dengan luka bacok disekujur tubuhnya, ternyata merupakan seorang preman di Kelurahan Pendang, kecamatan Dusun Utara, Barito Selatan (Barsel).
Berdasarkan data Borneonews, pada 15 April 2015, korban ini pernah menyerang dan mengamuk di polsek setempat dengan merusak tiang kantor, sepeda motor dan melukai petugas kepolisian.
Pemberitaan tersebut dimuat di Surat Kabar Harian Borneonews pada Jum’at (17/4/2015) dengan judul Pria Bawa Parang Serang Polsek Pendang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa yang berujung pada kematian Udi tersebut, terjadi lantaran ia menantang warga berkelahi usai acara dangdutan resepsi pernikahan, pada Kamis (15/9/2016) sekitar pukul 00.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Borneonews, sebelum peristiwa berdarah tersebut terjadi, di Jalan Merdeka RT. 05, Kelurahan Pendang, sedang ada acara resepsi pernikahan dengan menggelar hiburan dangdutan.
Korban itu juga ikut menonton acara dangdutan. Dalam acara itu, korban memaksa meminta uang dari beberapa warung warga di lokasi acara itu. Uang tersebut diduga digunukan korban untuk membeli obat-obatan.
Setelah acara tersebut berakhir sekitar pukul 00.00 WIB, warga termasuk korban pulang ke rumah masing-masing.
Namun, korban kembali lagi ketempat acara resepsi tadi. Melihat tidak ada seorang pun dilokasi tersebut, ia berteriak menantang orang-orang untuk berkelahi.
Nampaknya tantangan maut tersebut diterima oleh bapak beranak satu yakni Muhajirin, 24. Ia pun keluar dari rumah dengan membawa senjata tajam jenis samurai.
Layaknya dalam film action, pelaku sempat membacok leher dan punggung korban, namun tidak mempan. Korban pun berusaha melawan dengan senjata jenis badik.
Namun setelah pembacokan beberapa kali akhirnya melukai punggung korban hingga jatuh tersungkur. Melihat korban jatuh dan terluka, teman pelaku lainnya yaitu Rere, 30, menikam korban beberapa kali hingga meninggal dunia di tempat kejadian.
Sementara itu Kapolres Barsel AKBP Yussak Angga melalui Kapolsek Dusut Iptu Syaiful mengatakan, terkait peristiwa perkelahian yang berujung kematian itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait apa motif dari perkelahian tersebut.
“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka saat ini sudah kita titipkan dirumah tahanan Buntok ,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/m)








