SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Cabang (KC) Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan ketersediaan bahan pokok, khususnya beras, aman untuk 5 bulan kedepan. Sehingga masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

"Prinsipnya, dengan stok Bulog yang melimpah, masyarakat tidak perlu memborong beras secara berlebihan. Lakukan pembelian secara normal seperti biasa. Suplai Bulog sangat baik, dan beras di pasaran umum juga tersedia dengan harga yang relatif stabil," kata Pimpinan Perum Bulog KC Kotim Muhammad Azwar Fuad, Selasa 24 Desember 2024.

Cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog saat ini mencapai 2.400 ton. Jumlah ini diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan selama lima bulan ke depan, termasuk menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Stok CBP ini masih dapat bertambah karena kami terus menyerap beras lokal dari Pagatan dan mendapatkan pasokan tambahan dari Bulog Jakarta," tambahnya.

Selain beras, Bulog Kotim juga menyimpan stok bahan pokok lainnya, seperti gula pasir sebanyak 20 ton, daging beku 5 ton, dan minyak goreng sekitar 2.500 liter. Bahan pokok ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui penjualan di pasar umum.

Bulog juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Melalui program ini, masyarakat dapat membeli beras medium CBP di mitra Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 untuk kemasan 5 kilogram.

"Kami juga masih melaksanakan program pemerintah berupa bantuan beras pangan untuk masyarakat miskin. Program ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam membantu daya beli masyarakat, khususnya golongan kurang mampu," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)