BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran, dan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Agustiar Sabran, sama-sama meminta agar masyarakat tidak terpancing isu SARA, terkait insiden perkelahian yang menyebabkan tewasnya seorang warga Sampit, pekan lalu. 

"Jangan mudah terpancing. Sekarang ini banyak panglima isu," kata Agustiar yang belum lama dilantik sebagai Ketua DAD Kalteng, di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (15/9/2016).

Menurut kakak kandung Gubernur Sugianto Sabran itu, setelah pihaknya menggali informasi di lapangan, kematian Hendri Triwani (23) di tangan Irwan (17), perbuatan kriminal murni. Dia berharap dengan ini, warga Kalteng untuk lebih bisa menyaring isu-isu yang berseliweran.

Gubernur Sugianto menambahkan informasi yang beredar di media sosial dan di beberapa pemberitaan melebihi fakta yang ada di lapangan. Ia juga mengatakan, jika sampai terjadi konflik SARA, Kalteng sendirilah yang akan rugi. 

"Tentu kita inginkan Kalteng ini aman dan nyaman. Marilah kita sama-sama jadikan hukum sebagai panglima. Kalau terjadi kerusuhan kita semua akan rugi," kata Sugianto didampingi Wakil Gubernur Habib Said Ismail di Palangka Raya.

Sebelumnya, Kapolda Kalteng, Brigjen Fahkrizal mengatakan, kasus di Sampit sudah ditangani hukum. Ia juga menegaskan, kejadian itu tidak mengandung unsur pelecehan suku atau agama. "Ini kriminal murni dan sudah ditangani Polres Kotawaringin Timur. Kita harap rekan-rekan media bisa menyampaikan bahwa isu yang ada tidak benar," kata Fakhrizal.

Kapolda juga kembali mengingatkan, pihaknya tetap akan mengejar pembuat isu yang menyesatkan. "Itu sudah masuk ranah ujaran kebencian," kata Fahkrizal.

Menyikapi simpang siurnya isu pasca pembunuhan Hendri, Forum Kerukunan Pimpinan Daerah (FKPD) yang terdiri dari Kejati Kalteng, Ketua DPRD, Gubernur, Kapolda dan Danrem juga telah menggelar pertemuam tertutup. Bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Organisasi masyarakat dan tokoh beberapa suku, mereka membahas agar masalah SARA bisa dicegah dari Bumi Tambun Bungai. (RONI SAHALA/B-10).