BORNEONEWS, Sampit – Warga Desa Palangan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digemparkan dengan kemunculan seekor buaya besar di pinggir sungai dekat permukiman.
“Kami menerima laporan berupa video dari warga Palangan tentang kemunculan buaya yang ukurannya cukup besar di sekitar pemukiman mereka," kata Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Sampit, Muriansyah, Sabtu, 28 Desember 2024.
Penampakan predator yang diduga jenis buaya muara terjadi pada Jumat, 27 Desember 2024. Gerak-gerik buaya tersebut terekam dalam video berdurasi 58 detik dan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, buaya besar tersebut terlihat di tepi sungai. Lokasi kemunculannya sangat dekat dengan permukiman warga, sehingga menimbulkan kekhawatiran, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai.
Muriansyah mengimbau warga yang tinggal di sepanjang tepian sungai, termasuk Sungai Mentaya, Sungai Cempaga, Sungai Tualan, dan Sungai Seranau, untuk meningkatkan kewaspadaan.
--page
“Karena saat ini masih dalam fase musim kawin dan bertelur buaya, yang membuat mereka lebih agresif. Warga perlu berhati-hati, terutama saat beraktivitas di malam hari atau di dekat sungai,” ujarnya.
Untuk mencegah konflik dengan satwa liar, BKSDA akan terus memantau situasi di lokasi tersebut. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kemunculan buaya.
Warga di sekitar sungai diimbau untuk menghindari aktivitas yang dapat memancing keberadaan buaya, seperti membuang sampah organik atau sisa makanan ke sungai dan dilarang membuat kandang ternak di tepi sungai. Dengan langkah preventif, diharapkan konflik antara manusia dan buaya dapat diminimalkan. (DEWI PATMALASARI/Y)









