PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Capaian vaksinasi rabies di Kota Palangka Raya hingga Desember 2024 telah mencapai 8.000 ekor hewan. Ini merupakan pencapaian yang signifikan dalam upaya pencegahan penyebaran rabies di wilayah tersebut. Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP telah bekerja keras untuk memastikan bahwa hewan-hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing, mendapatkan vaksinasi yang diperlukan untuk mencegah penyebaran virus rabies.

"Sampai Desember ini masih kita rekap karena para vaksinator masih terus bergerak sampai habis tahun tetapi kira-kira sudah mencapai 8.000 ekor hewan penular rabies atau HPR di Kota Palangka Raya yang mendapatkan vaksinasi rabies," kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan atau Kasi Keswan, DKPP Kota Palangka Raya, Oktopriadly pada Senin, 30 Desember 2024.

Kasi Keswan ini mengatakan bahwa sejak tahun 2017, DPKP Kota Palangka Raya telah membentuk kader vaksinator yang membantu pelaksanaan vaksinasi di daerah padat penduduk. Kader-kader ini adalah warga yang secara sukarela dilatih untuk membantu masyarakat dalam vaksinasi rabies. Upaya ini telah membuahkan hasil yang positif, dengan kasus gigitan hewan positif rabies di Palangka Raya berada di bawah dua digit sejak tahun 2018.

Pada peringatan Hari Rabies Sedunia yang diadakan pada bulan September 2024 lalu juga Pemerintah Kota Palangka Raya memberikan apresiasi kepada para kader vaksinator atas dedikasi mereka dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dalam acara tersebut, Plh Sekda Kota Palangka Raya, Albert Tombak, menyampaikan pentingnya vaksinasi rabies sebagai tindakan pencegahan yang paling efektif.

"Rabies adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus dan dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi," kata Arbert.

--page

Hewan penular rabies yang umum dijumpai adalah anjing dan kucing namun tidak menutup kemungkinan juga dari kera dan musang. Oleh karena itu, vaksinasi rabies menjadi sangat penting untuk melindungi masyarakat dari risiko penularan penyakit ini.

"Kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi rabies juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini. Pemerintah Kota Palangka Raya terus mengedukasi masyarakat tentang bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan. Selain itu, penanganan cepat terhadap gigitan hewan juga menjadi fokus utama dalam pencegahan rabies," tambahnya.

Dengan capaian vaksinasi rabies yang telah mencapai 8.000 ekor hewan hingga Desember 2024, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap dapat terus mempertahankan dan meningkatkan upaya pencegahan rabies di masa depan. (TESTI PRISCILLA/Y)