BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mencatat bahwa tahun ini terdapat 20 guru utama dari tiap kabupaten dan kota dengan total 280 orang.
"Namun, Kabupaten Barito Utara, atas inisiatif anggarannya sendiri, menambah satu guru utama sehingga totalnya menjadi 281 guru utama," kata Penyuluh bahasa di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Natasya Atmim pada Senin, 30 Desember 2024.
Langkah ini menunjukkan komitmen daerah tersebut dalam mendukung program revitalisasi bahasa daerah.
Natasya menjelaskan bahwa ada bimbingan teknis untuk para guru utama ini. Tujuannya adalah agar mereka dapat mengimbas bahasa ibu ke guru-guru di sekolah, mulai dari guru kelas hingga murid-murid.
"Selain itu, guru utama juga diharapkan memiliki komunitas atau forum sehingga mereka dapat mengimbas ke forum atau komunitasnya sendiri," tuturnya lagi.
Pengimbasan bahasa ini menjadi aspek penting dalam proses revitalisasi. Berdasarkan catatan Balai Bahasa Provinsi Kalteng, sejak 2022, proses revitalisasi bahasa daerah telah berimbas ke 47.514 orang.
"Mereka terdiri dari peserta didik, anggota komunitas, hingga partisipan. Angka ini menunjukkan dampak luas dari upaya revitalisasi yang dilakukan," jelas Natasya lagi.
--page
Setelah tahapan bimbingan teknis selesai, Balai Bahasa Provinsi Kalteng menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu. Festival ini diikuti dengan monitoring dan evaluasi serta pendokumentasian. Namun, Natasya menekankan bahwa revitalisasi bahasa daerah tidak berhenti di situ saja. Proses ini harus berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan jangka panjang.
Revitalisasi bahasa daerah merupakan upaya penting dalam menjaga identitas budaya. Dengan mengimbas bahasa ibu ke berbagai lapisan masyarakat, diharapkan bahasa daerah dapat terus hidup dan berkembang. Guru utama memainkan peran kunci dalam proses ini, sebagai penghubung antara bahasa ibu dan generasi muda.
Secara keseluruhan, upaya revitalisasi bahasa daerah di Kalimantan Tengah menunjukkan komitmen yang kuat dari berbagai pihak. Dengan dukungan dari pemerintah daerah, komunitas, dan individu, diharapkan bahasa daerah dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat. (TESTI PRISCILLA/Y)









