PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Muhammad Muis, menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu Badan Pembinaan dan Bahasa melaksanakan kegiatan bertajuk Revitalisasi Bahasa Daerah yang diluncurkan oleh Mendikbud RI pada tahun 2022.

"Program ini bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah yang terancam punah dan memastikan bahwa bahasa-bahasa tersebut tetap hidup dan digunakan oleh generasi muda," kata Muis pada Senin, 30 Desember 2024.

Muis menyebut bahwa dari banyaknya bahasa daerah yang ada, tidak menutup kemungkinan bahasa-bahasa tersebut akan punah jika tidak ada intervensi dari pemerintah. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam upaya pelestarian bahasa daerah.

"Di Kalimantan Tengah, beberapa bahasa daerah juga menghadapi ancaman kepunahan," katanya.

Muis menekankan bahwa Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah telah merevitalisasi delapan bahasa daerah dalam dua tahun terakhir. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa bahasa-bahasa tersebut tetap digunakan dan tidak hilang seiring berjalannya waktu.

--page

Ia juga menekankan bahwa tujuan akhir dari revitalisasi bahasa daerah ini bukanlah untuk ajang perlombaan, tetapi untuk memastikan bahwa bahasa daerah terus digunakan oleh generasi muda. Dengan demikian, bahasa daerah dapat terus hidup dan tidak punah.

"Kami berharap bahwa melalui program revitalisasi ini, generasi muda akan lebih mencintai dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting untuk menjaga identitas budaya dan warisan leluhur yang ada di Kalimantan Tengah," jelas Muis.

Dengan adanya program revitalisasi bahasa daerah ini, diharapkan masyarakat luas juga akan lebih sadar akan pentingnya melestarikan bahasa daerah. Muis mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan bahasa daerah agar tetap hidup dan digunakan oleh generasi mendatang. (TESTI PRISCILLA/Y)