BORNEONEWS, Palangka Raya - Pj Wali Kota Palangka Raya, Akhmad Husain, melalui Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Alman P. Pakpahan, menyampaikan bahwa perayaan Tahun Baru di Bundaran Besar, Palangka Raya, menghasilkan sekitar 10 ton sampah.
"Selama perayaan Tahun Baru di Bundaran Besar, ada sekitar 10 ton sampah," kata Alman kepada Borneonews, Kamis, 2 Januari 2024.
Hal ini, katanya, menjadi perhatian serius mengingat berdampak pada kebersihan dan lingkungan kota. Pihaknya dari DLH Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk lebih sadar terhadap pengelolaan sampah, terutama saat mengikuti acara besar.
"Upaya seperti menyediakan tempat sampah tambahan, mengampanyekan pengurangan sampah plastik, serta melibatkan relawan kebersihan dapat menjadi langkah efektif untuk menangani masalah ini di masa depan," imbaunya.
Alman mendukung berbagai inisiatif untuk menciptakan kota yang lebih bersih dan hijau, seperti program pengelolaan sampah terpadu, penanaman pohon, serta kampanye edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
--page
"Perilaku ramah lingkungan harus dimulai dari individu dan keluarga, kemudian di perluas ke komunitas," tuturnya.
Ia berharap, Kota Palangka Raya dapat menjadi contoh daerah yang mampu menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian lingkungan.
"Kami juga telah berhasil membersihkan 10 ton sampah yang dihasilkan usai perayaan Tahun Baru demi menjaga keindahan dan kebersihan wajah kota," ungkapnya.
Langkah cepat ini, menurut Alman, menunjukkan komitmen pemerintah kota melalui DLH, petugas kebersihan dan relawan dalam menciptakan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat.
"Pembersihan ini melibatkan puluhan personel, kendaraan pengangkut sampah dan alat berat di titik-titik yang menjadi pusat keramaian. Sampah yang terkumpul sebagian besar berupa plastik, kemasan makanan dan botol minuman," tambahnya.
Alman juga mengimbau masyarakat untuk terus mendukung kebersihan kota dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan bahan sekali pakai. "Kami berharap, kesadaran kolektif ini dapat memperkuat upaya menjadikan kota lebih bersih dan ramah lingkungan di masa mendatang," tutupnya. (MARINI/Y)









