KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas terus memperkuat langkah-langkah penanganan dan mitigasi bencana sepanjang tahun 2024.

Meskipun jumlah kejadian bencana menurun dibandingkan tahun sebelumnya, BPBD tetap mengutamakan kesiapsiagaan dan respons cepat untuk meminimalkan dampak bencana di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Ahmad M. Saribi, menjelaskan bahwa pihaknya telah mencatat 44 kejadian bencana di tahun 2024, meliputi bencana alam dan nonalam. Untuk menghadapi tantangan ini, BPBD mengimplementasikan berbagai langkah strategis.

Dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BPBD mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang spanduk imbauan pencegahan di titik rawan. Selain itu, patroli rutin dilakukan untuk memantau situasi di lapangan.

“Kami juga menetapkan status siaga darurat dan mengaktifkan posko induk serta pos lapangan dengan dukungan dari Provinsi Kalimantan Tengah,” katanya, Kamis, 2 Januari 2024.

Pemantauan hotspot terus dilakukan secara intensif, dan pemadaman dilakukan segera di lokasi yang teridentifikasi mengalami kebakaran.

Tahun ini, luas lahan yang terbakar akibat karhutla tercatat mencapai 9,43 hektare, dan upaya pemadaman menjadi fokus utama BPBD.

Lalu, untuk bencana banjir, BPBD mengedepankan penyebaran peringatan dini kepada masyarakat. Kaji cepat di lokasi terdampak dilakukan untuk menilai kebutuhan mendesak, diikuti dengan aktivasi posko induk dan pos kecamatan.

“Evakuasi korban terdampak menjadi prioritas utama, disertai dengan distribusi bantuan logistik dan kebutuhan dasar,” tambahnya.

Selain itu, BPBD juga menyediakan sarana dan prasarana untuk kecamatan yang rawan banjir serta menyusun rencana kontijensi sebagai langkah antisipasi jangka panjang.

Langkah-langkah yang diambil BPBD Kapuas mencerminkan komitmen kuat untuk melindungi masyarakat dari dampak bencana.

“Kami terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan, sekaligus meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana,” pungkasnya. (DODI/H)