KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi potensi bencana di tahun 2025.

Rencana ini dirancang untuk memperkuat mitigasi, penanganan, dan pemulihan bencana guna menciptakan masyarakat yang lebih tangguh terhadap ancaman bencana.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Ahmad M. Saribi, mengungkapkan bahwa fokus utama tahun depan adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan infrastruktur di wilayah yang rawan bencana, terutama banjir dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Sebagai bagian dari strategi 2025, BPBD telah menyusun sejumlah program prioritas, meliputi Program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk membangun kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

Penguatan Sarana dan Prasarana di kecamatan yang rawan bencana banjir dan karhutla guna menunjang respons cepat dan efisien.


Relokasi Permukiman bagi masyarakat yang sering terdampak banjir berulang sebagai solusi jangka panjang.
Kajian Risiko Bencana (KRB) dari tingkat kabupaten hingga desa untuk memetakan potensi ancaman dan meningkatkan kewaspadaan.

Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) dan Rencana Kontijensi (Renkon) untuk mengatur langkah penanganan spesifik berdasarkan jenis bencana.

Pembangunan Gedung Posko Krisis Center, yang akan menjadi pusat koordinasi penanganan bencana secara terpadu.

Pengusulan Dana Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) kepada BNPB untuk pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan lahan bekas karhutla.

"Rencana ini dirancang tidak hanya untuk mengurangi risiko, tetapi juga untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak bencana. Kami ingin memastikan setiap wilayah memiliki kesiapan yang memadai," katanya, Kamis, 2 Januari 2025.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana. (DODI/H)