BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga mengeluhkan maraknya penglasir (pengetap) hingga sebabkan antrean panjang yang membentuk ular di beberapa Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Tidak normalnya antrean panjang membuat para pengguna jalan terganggu dan lalu lintas di sekitar SPBU tersebut mengalami kemacetan.
Salah satu warga Kobar yang tidak mau disebutkan namanya mengeluhkan, ia mengalami antrean panjang bahkan tidak kebagian BBM bersubsidi ketika ingin membeli BBM di SPBU.
"Saya mengantri lama sekali, antrian juga gak normal sampai bentukannya mengular begitu, kadang kalau meliat antrean saya lebih baik pindah ke pom lain atau terpaksa beli eceran satu liter padahal niatnya mau isi full di pom bensin (SPBU)," ujarnya, Kamis, 2 Januari 2024.
Dengan maraknya penglasir, warga Pangkalan Bun yang tak mau disebutkan, juga mengungkapkan sering kali mengantri lama hingga lebih dari 30 menit hanya untuk mengisi bensin.
"Saya lihat, banyak dipenuhi pengetap setiap melewati pom bensin seperti di Jalan Pakunegara, Kelurahan Raja antreannya panjang," katanya.
Dengan kejadian yang dialaminya, ia berharap adanya ketegasan dari pihak SPBU maupun pemerintah daerah untuk mengawasi jalannya distributor BBM Bersubsidi agar tepat sasaran. (NURITA/H)









