BORNEONEWS, Sampit - Sebuah video petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, bernama Faizal yang menyebutkan bahwa ada praktik pungli dengan cara jual beli kamar tahanan dan praktik peredaran narkoba tersebar luas di media sosial.
Pegawai Lapas yang bertugas sebagai Staff Bimbingan Kerja di Lapas Sampit itu menyatakan di dalam video bahwa ada pejabat terkait yang melakukan praktik pungli dengan cara jual beli kamar dan berujung pada peredaran narkoba kepada tahanan yang berinisial S.
Kepala Lapas Sampit Meldy Putera menyatakan bahwa video yang dibuat oleh petugas lapas tersebut tidak benar dan telah mencoreng nama baik institusi. Pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap pernyataan yang diungkapkan oleh pegawai Lapas tersebut.
"Video itu tidak benar, kita bekerja sesuai dengan SOP yang ada. Kami tidak pernah memperjual belikan kamar tahanan. Bagaimana mau memperjual belikan sedangkan disini sudah full kapasitas bahkan overload," kata Meldy Putera, Kamis, 2 Januari 2025.
Meldy juga mengungkapkan sebenarnya pegawai Lapas yang ada di dalam video tersebut telah melakukan penipuan terhadap tahanan yang berinisial S. Kemudian, ia meminta S untuk dipindahkan dari Lapas Sampit agar kasus penipuannya tersebut tidak terbongkar.
"Dia meminta S ini untuk dipindahkan dengan alasan S pengendali narkoba padahal setelah kita lakukan pengecekan dan pemeriksaan tidak ada bukti bahwa dia mengendalikan narkoba," ungkap Meldy.
Meldy juga telah berupaya untuk mendamaikan perkara Petugas Lapas dengan S ini. Namun, upaya itu gagal karena salah satu dari mereka tidak mau berdamai dan melaporkan kepada pihak kepolisian.
"S bersama pengecaranya telah melaporkan ke pihak kepolisian. Tinggal kita tunggu saja nanti bagaimana hukum yang berjalan. Yang pasti saya sudah berusaha untuk mendamaikan kedua belah pihak," beber Meldy.
Kepala Lapas Sampit juga masih menunggu tim dari pusat untuk melakukan penyelidikan dari perkara ini. Sementara itu, petugas lapas yang tersebut telah dipindah tugaskan ke Bapas Sampit.
"Dia sudah BKO ke Bapas Sampit kita tinggal nunggu tim dari pusat nanti yang akan datang ke sini untuk pembuktiannya. Dan kita siap untuk dilakukan pemeriksaan terkait perkara ini," tutup Meldy. (BUDDI RAHMAT H/H)









