PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Silaturahmi rombongan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama atau PWNU Kalimantan Tengah yang dipimpin HM Wahyudie F Dirun ke kantor PBNU Pusat Jakarta disambut oleh Ketua Pengurus Besar (PB) NU Pusat KH Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Umum PBNU KH Syaifullah Yusuf yang juga Menteri Sosial saat ini pada, Senin, 30 Desember 2024.

KH Yahya Cholil Staquf yang biasa dipanggil Gus Yahya mengatakan, NU sekarang tidak sama dengan NU sebelumnya. Penyelenggaraan tugas dan wewenang pengurus NU sama seperti sistem pemerintahan sekarang.

"Setiap penugasan kegiatan ke daerah harus berdasarkan surat tugas dari ketua dan segala biaya transportasi, akomodasi dan lainnya semuanya ditanggung oleh PBNU, ujar Gus Yahya. Sehingga PW dan PC NU di daerah tidak perlu lagi mengalokasi dana untuk itu," tegasnya dalam rilis kepada Borneonews pada Jumat, 3 Januari 2025.

Sementara Ketua PWNU Kalteng HM Wahyudi F Dirun mengatakan bahwa pertemuan ini dalam rangka konsolidasi.

"Kegiatan ini terasa sangat hangat dan istimewa dengan kehadiran Ketum dan Sekretaris Umum PBNU melalui bincang-bincang ringan yang kemudian diakhiri dengan jamuan makan siang dan foto bersama,," ujar Wahyudie F Dirun.

Menurut Wahyudi, kunjungan ke PBNU ini adalah merupakan bagian dalam rangka konsolidasi jajaran Pengurus PWNU Kalteng, Pengurus Cabang, Banom dan Lembaga Lajnah Nahdlatul Ulama Kalteng.

"Karena program-program yang saat ini dilaksanakan PBNU banyak sekali lompatan yang luar biasa, diantaranya sistem kaderisasi yang sudah berjalan cukup baik di semua PWNU dan PCNU se Indonesia, termasuk salah satunya di PWNU Kalteng yang telah melaksanakan Pendidikan Dasar Kader Nahdlatul Ulama (PDKNU) di beberapa Kabupaten se Kalteng, dan Pendidikan Menengah Kader Nahdlatul Ulama" katanya.

Pendidikan Dasar maupun Pendidikan Menengah Nahdlatul Ulama ini sangat penting bagi warga Nahdliyin untuk diakomodir agar tidak salah arah. Saya juga bersyukur dengan program pendidikan kaderisasi yang sudah berjalan secara sistematik oleh PBNU ini.

"Program lain yang juga berjalan cukup bagus adalah dengan sistem persuratan digitalisasi melalui digdaya sekarang ini sehingga sistem administrasi kesekretariatan berjalan cukup efisien, efektif dan tepat guna," ucap Wahyudie.

Di akhir sambutannya Wahyudie menyatakan bahwa PWNU Kalteng tegak lurus kepada PBNU serta menolak adanya Muktamar Luar Biasa atau MLB.

Sementara itu, Kepala MIN 5 Kota Palangka Raya, Muhamad Asran Dirun yang juga Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim NU Kalteng atau Lesbumi mendukung pernyataan sikap PWNU menolak MLB.

"Kami mendukung pernyataan sikap PWNU menolak MLB karena tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/H)