PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno menyatakan bahwa saat ini penyakit yang perlu diwaspadai penyebarannya di Kota Palangka Raya adalah penyakit mulut dan kuku atau PMK pada ternak sapi.

"Penyakit ini kembali muncul di beberapa daerah di Jawa, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), seperti yang terjadi pada tahun 2022-2023," kata drh Ganjar pada Jumat, 17 Januari 2025.

Pada tahun 2023 hingga 2024, kata drh Ganjar, PMK sebenarnya sudah bisa terkendali. Namun, sekarang penyakit ini muncul lagi di daerah Jawa. Drh. Ganjar menekankan pentingnya kewaspadaan yang tinggi karena pengalaman di tahun 2022 menunjukkan bahwa PMK dapat menyebar dengan cepat antar kota dalam provinsi, antar kota dalam pulau, dan antar kota antar pulau.

"Kota Palangka Raya, bersama dengan daerah lain di Kalimantan Tengah dan Kalimantan secara umum, sedang meningkatkan kewaspadaan terhadap PMK. Langkah-langkah pencegahan dan pengendalian sedang diperkuat untuk mencegah penyebaran penyakit ini lebih lanjut," jelasnya.

Ganjar juga mengingatkan bahwa PMK dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak sapi. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini.

--page

"Selain itu, edukasi kepada peternak mengenai tanda-tanda PMK dan langkah-langkah pencegahan juga menjadi fokus utama. Dengan demikian, diharapkan penyebaran PMK dapat diminimalisir dan kesehatan ternak sapi di Kota Palangka Raya tetap terjaga," katanya.

Dengan kewaspadaan yang tinggi dan kerjasama dari semua pihak, diharapkan Kota Palangka Raya dapat mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh PMK dan menjaga kesehatan ternak sapi di wilayah ini. (TESTI PRISCILLA/Y)