BORNEONEWS, Pulang Pisau - Hingga saat ini sebagian program penanggulangan kebakaran hutan dan lahan masih terkesan tumpang tindih lokasi, karena kurang terkoordinasi. Untuk menghindari tumpang tindih tersebut, Badan Restorasi Gambut (BRG) membentuk Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) yang nantinya akan menjadi pintu dalam pelaksanaan program terkait dengan restorasi gambut.  XSalah satu program Badanini adalah membuat sumur bor, yang diperkirakan berjumlah 700 sumur di Puilang Pisau.

"TRGD akan menjadi semacam pintu masuk, karena selama ini masing-masing pihak seperti dinas dan badan menganggarkan membuat sumur bor.  Dengan adanya TRGD ini semua akan menjadi satu pintu dan ini menjadi harapan bupati supaya terkoordinasi semua," kata Koordinator Tim Ahli Restorasi Gambut, Gladi Hardianto kepada awak media ini, Rabu (21/9/2016).

Menurutnya lokasi program karhutla yang ada selama ini kelihatan tidak merata. "Misalkan di Jabiren semuanya ke Jabiren membuat sumur bor semetara daerah lain belum disediakan," katanya.  BRG juga kata dia sudah  melakukan pemetaan desa, untuk keperluan dalam program tersebut.

Dalam upaya tersebut kita melakukan koordinasi untuk menyinkronkan perencanaa restorasi gambut antara BRG yang di Jakarta dengan daerah, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau. "Saat ini pertemuan kedua dengan TRGD.Harapannya setelah kegiatan ini akan terkumpul semua SKPD terkait berkaitan dengan restorasi gambut dan dapat menghasilkan rencana kerja definitif," katanya.

Gladi Hardianto mengatakan program BRG ini akan berjalan selama lima tahun kedepan, dan tahun ini menargetkan 1.500 pembuatan sumur bor di Empat wilayah yang areanya direstorasi diantaranya Kepulauan Meranti Riau, Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin Sumatera Selatan dan Pulang Pisau Kalimantan Tengah. "Mungkin kalau dibagi ada sekitar 700 sumur bor untuk satu kabupaten," terang Gladi.

Demikian juga untuk Kabupaten tersebut kata dia ditargetkan sebanyak 60 Desa dari lima kecamatan yakni Jabiren Raya, Kahayan Hilir, Pandih Batu, Sebangau Kuala dan Kahayan Kuala.Kegiatan restorasi yang dilakukan kata dia meliputi pembuatan sumur bor dan sekat kanal.  (JAMES DONNY/*)