PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menyebut hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2024 sebagai langkah korektif untuk memperbaiki pengawasan di delapan area rawan korupsi.

Dalam wawancara usai peluncuran SPI yang digelar KPK RI, Edy mengapresiasi skor SPI Provinsi Kalteng sebesar 67,76, namun mendorong peningkatan lebih lanjut.

“Kita menyambut positif hasil SPI ini. Perbaikan harus dilakukan, terutama di organisasi pelayanan seperti PTSP, Samsat, dan rumah sakit agar masyarakat mendapatkan kepuasan maksimal,” kata Edy Pratowo di Palangka Raya, baru baru ini.

Ia menekankan pentingnya SPI yang mencakup penilaian eksternal masyarakat terhadap layanan publik, menjadikannya alat ukur yang objektif untuk perbaikan.ju

Sementara itu, Ketua KPK RI Setyo Budiyanto mengungkapkan berdasarkan persentase indeks SPI 2024, pada tingkat Pemerintah Provinsi hampir 82 persen statusnya rentan.

Kemudian untuk Pemerintah Kabupaten/Kota 67 persen berstatus masih retan. “Terdapat hanya tiga provinsi dan enam kabupaten/kota yang terjaga,” ungkapnya. (HERMAWAN DP/H)