SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Agus Saptono mengungkapkan sebagian besar desa di wilayahnya masih blank spot atau susah sinyal. Ini berdampak signifikan terhadap pelayanan publik, terutama dalam hal komunikasi dan pelaporan kerja.

 "Prioritas selanjutnya adalah terkait jaringan komunikasi. Sejauh ini kendala kami dalam berkomunikasi dan kelancaran administrasi seperti pelaporan itu terkendala karena daerah kami masih blank spot," katanya, Kamis, 30 Januari 2025.

Ia menyampaikan bahwa kendala ini menjadi penghalang utama dalam menjalankan pemerintahan. Pasalnya, dari 14 desa yang ada di wilayah tersebut 13 desa blank spot. Sementara saat ini, hampir sebagian besar penyampaian administrasi pemerintah menggunakan dengan sistem digitalisasi. 

"Hanya satu desa yang bisa dibilang normal sinyalnya yaitu Desa Tumbang Penyahuan yang merupakan ibukota kecamatan," ucapnya. 

Kondisi ini memperlambat proses pelaporan dan komunikasi, sementara desa-desa lain menghadapi kesulitan dalam mengakses informasi dan layanan publik. Oleh sebab itu, jaringan komunikasi ini menjadi usulan prioritas pembangunan Kecamatan Bukit Santuai pada tahun 2026 mendatang. 

--page

 Namun ia berharap pemerintah daerah diharapkan segera mengatasi masalah blank spot ini untuk memastikan pelayanan publik di wilayah tersebut berjalan lancar. Perlu ada upaya serius untuk meningkatkan infrastruktur telekomunikasi agar tercipta akses internet yang merata dan memadai bagi seluruh masyarakat di Kecamatan Bukit Santuai. (DEVIANA/Y)