PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS terus berjalan di lajur penguatan. SSMS menutup perdagangan, Senin, 3 Februari 2025 dengan menguat 9,36 persen ke level Rp 2.220.

Sejak awal 2025 saja, SSMS sudah melesat 83,47 persen. Jika ditarik lebih jauh lagi, SMSS berhasil melonjak 78,31 persen dalam setahun terakhir. 

Research Analyst MNC Sekuritas, Raka Junico, mengatakan bahwa SSMS memiliki prospek yang baik karena didukung oleh operasional bisnis yang terintegrasi.

"SSMS juga akan diuntungkan lewat industri, terutama dari segi kebijakan serta prospek harga CPO yang masih relatif tinggi," jelas Raka dalam rilisnya pada Senin, 3 Februari 2025.

Raka memproyeksikan harga CPO pada 2025 tahun penuh akan mencapai MYR 5.000 per MT. Harga CPO akan bergerak di area MYR 4.700 per MT–MYR 5.700 per MT. 

Sebelumnya, Direktur Utama SSMS Jap Hartono mengungkapkan emiten sawit ini akan mengalokasikan dana sebesar Rp700 miliar untuk Capital Expenditure atau CAPEX atau belanja modal di tahun 2025.

"SSMS merencanakan anggaran belanja modal tahun 2025 Perseroan mencapai Rp700 miliar," kata Jap Hartono.

Jap Hartono menuturkan bahwa alokasi belanja tersebut rencananya untuk pemeliharaan perkebunan, pembelian mekanisasi alat berat, perawatan mesin, yang lebih besar porsinya adalah untuk infrastruktur dan pembangunan fasilitas di Perkebunan.

"Kami optimis dengan prediksi peningkatan harga CPO di tahun 2025, dan rencana anggaran belanja tahun 2025 yang sudah sangat terukur dan matang, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan laba bersih mencapai 80% dibandingkan tahun 2024 ini," ujar Jap Hartono.

Selain itu, SSMS saat ini tengah melakukan rencana program keberlanjutan jangka panjang, hal ini dapat mempengaruhi bisnis Keberlanjutan Perseroan dimasa depan. Chief Sustainability Officer SSMS, Henky Satrio menyampaikan, pengelolaan bisnis yang berkelanjutan merupakan salah satu strategi untuk memperkuat bisnis yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Lebih lanjut Henky menjelaskan beberapa target program di tahun 2024 yakni sertifikasi ISPO untuk perkebunan plasma dan pekebun swadaya binaan, 100 persen implementasi ketertelusuran lahan sumber buah (traceability to plantation), proper hijau serta peningkatan sumber daya manusia atau SDM melalui training maupun sertifikasi.

Secara berkala Perseroan melakukan evaluasi, kendala tahun 2024 serta rencana perbaikan program di tahun 2025, evaluasi ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan untuk bisnis yang berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)