BORNEONEWS, Bandung - Tim Dayung PON Kalimantan Tengah kembali menyumbang satu medali. Nomor dragon boad 22 putra 1.000 meter meraih medali perunggu di laga final, di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat, Jumat (23/9/2016). Tim dayung Bumi Tambun Bungai finish dengan kecepatan 4,02,89 detik, sedangkan posisi tuan rumah Jabar 4,00,31 detik dan urutan kedua Sulawesi Tenggara 4,01,77 detik.

Wartawan Borneonews, Rokim dari arena PON XIX Bandung, Jawa Barat, melaporkan, total raihan medali untuk kontingen Kalteng dihari ke-6 laga PON XIX Jabar 17-29 September 2016 sebanyak tuju medali, yakni dua emas, dua perak, dan tiga perunggu. Kehebatan pedayung tuan rumah dalam meraih emas ini diakui, Lamei salah satu pedayung Kalteng. Lamei menuturkan dari kesiapan tim dayung Jabar cukup siap. Misalnya dari segi latihan saja tim Jabar cukup sering. 

"Mereka setelah PON Riau terus berlatih, sedangkan kita baru gencar melakukan pemusatan latihan enam bulan sebelum tanding," tutur Lamei kepada Borneonews  sebelum menerima penghargaan medali.

Lamei menuturkan kenapa tim dragon Kalteng kalah cepat untuk mencapai finish, karena sesaat setelah sprint ada kendala teknis. Tim dayung Kalteng terlalu 'bernafsu' untuk mendahuli 5 lawannya. Tapi sekitar 300 meter setelah sprint, kecepatan tim dayung Kalteng agak berkurang. Bahkan untuk mengejar tim Jabar dan Sultra kesulitan, meski jarak antara ketiganya sangat dekat.

Laga final dragon boat yang dilaksanakan pukul 10.00 WIB itu cukup meriah. Pasalnya suporter tim dayung Kalteng cukup banyak yang datang. Semangat tim dayung Kalteng pun bangkit dengan kahadiran bapak angkat Edy Pratowo yang juga Bupati Pulang Pisau. Kedatangan Edy dilaga final ini pun membuahkan hasil menggembirakan.

"Meski hanya dapat perunggu, tapi ini prestasi luar biasa, karena di PON Riau, tim dragon boat putra 1.000 meter tidak dapat medali," kata Edy Pratowo. (ROKIM/N).