SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Seorang perempuan yang ditemukan telantar di Bundaran KB Sampit menyimpan kisah tersendiri sebelum akhirnya bertemu dengan keluarga setelah di rawat di RSUD dr Murjani Sampit pada Jumat, 31 Januari 2025.

"Informasi ini bermula dari warga. Setelah laporan diterima, kami langsung menindaklanjutinya. Beruntung, semuanya berjalan lancar. Perempuan tersebut segera dibawa ke rumah sakit dan hasil diagnosis menunjukkan bahwa ia mengalami dehidrasi akibat kelelahan," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kotawaringin Timur (Kotim), Hawianan, Rabu, 5 Februari 2025.

Setelah mendapatkan perawatan medis, perempuan yang diketahui bernama Linda langsung dijemput oleh keluarganya pada malam yang sama. L

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Dinsos Kotim, Linda sebelumnya tinggal bersama ibu kandungnya setelah berpisah dengan suaminya. Kedua anak perempuannya tinggal bersama mantan suaminya. Namun ibu kandung Linda diketahui saat ini sudah meninggal dunia. 

Linda memiliki kebiasaan berjalan-jalan, namun biasanya selalu kembali ke rumah. Namun, dalam beberapa hari terakhir, ia tidak pulang hingga akhirnya ditemukan warga di sekitar Bundaran KB Sampit dalam kondisi kelelahan.

"Kemungkinan karena jarak yang cukup jauh dari rumahnya, dia kelelahan dan tidak bisa kembali. Saat ditemukan, dia masih mengingat nama-nama keluarganya," tambah Hawianan.

Saat ditemukan di sebuah gubuk di Jalan M. Hatta, dekat Bundaran KB, Linda hanya mengenakan pakaian tipis, jaket, dan sarung. Tubuhnya tampak kotor dan penuh debu, menunjukkan bahwa ia telah berada di lokasi tersebut selama beberapa waktu.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah seorang warga mengabadikan kondisi Linda dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan Linda dalam keadaan memprihatinkan, sehingga warga meminta pemerintah daerah mengevakuasinya.

Setelah mendapatkan perawatan di RSUD dr. Murjani Sampit, Linda akhirnya dijemput oleh keluarganya. Petugas juga memastikan bahwa identitasnya sesuai dengan data kependudukan yang terdaftar, serta kartu BPJS miliknya masih aktif.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap anggota keluarga, terutama lansia atau individu dengan kondisi kesehatan tertentu. (DEWI PATMALASARI/H)