BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sedikitnya 400 siswa SLTP dan SLTA, di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, antusias mengikuti pelatihan manasik haji. Tata cara berhaji yang diinisiasi pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Lamandau, itu berlangsung di halaman kantor Bupati Lamandau, Komplek Perkantoran Bukit Hibul, Nanga Bulik, Sabtu (24/9/2016).
"Kegiatan tersebut diadakan agar para siswa yang notabene sudah masuk pada kategori aqil baligh mengerti dan memahami tata cara beribadah haji yang baik dan benar menurut ajaran/syariat islam," kata pengurus DPD BKPRMI Lamandau, H. Ujang Mardali, saat dibincangi Borneonews, di sela-sela kegiatan.
Ujang meyakini, Manasik Haji yang digelar dan membidik peserta dari sisswa SLTP dan SLTA tersebut akan sangat bermanfaat, mengingat penyampaian materi oleh Amirul Hajj kala itu disertai pelaksanaan yang lebih mendelatil.
"Manasik haji untuk siswa SLTP dan SLTA ini sengaja kita buat seperti berhaji sungguhan, berbebeda dengan saat Manasik Haji untuk kategori siswa PAUD atau SD yang lebih menekankan pada sisi pengenalan," katanya.
Amirul Hajj yang saat itu bertugas memandu jalannya Manasik Haji adalah H. Nur Afif, tokoh agama terkemuka di Nanga Bulik. Secara runtut, Nur Afif menerangkan sekaligus memandu para siswa mengikuti segala ketentuan dalam berhaji baik dalam hal rukun ataupun kewajiban dalam berhaji haji. Tak hanya itu, disampaikan pula beberapa materi tentang syarat berhaji.
"Ingat, di antara syarat berhaji adalah islam, baligh, berakal, bukan budak, dan yang berikutnya adalah mampu. Mampu yang dimaksud baik secara lahiriyah, batiniyah, karena ibadah haji merupakan ibadah yang bersifat fi'liyah (pekerjaan)," katanya.
Lebih dari itu, diawali dengan cara mengenakan kain ihrom bagi laki-laki, Nur Afif juga memandu jemaah haji untuk melaksanakn seluruh rukun dalam berhaji lainnya yang meliputi Wukuf di Padang Arofah, Lempar Jumroh, Towaf Ifadoh, Sa'i (berjalan dari bukit shofa hingga marwah), hingga Tahallul (mencukur rambut).
Peserta manasik yang terlihat cukup kompak mengenakan warna kain putih tersebut juga kian larut dalam mengikuti segala petunjuk dari Amirul Hajj dan petugas haji lainnya, terlebih panitia penyelenggara telah menyiapkan keperluan penunjang sedemikian rupa, mulai dari miniatur Ka'bah dan tempat-tempat lain yang dikunjungi.
Saat dibincangi Borneonews, salahseorang peserta siswa Kelas XII dari SMKN 1 Bulik, Ahmad Taufiq, mengaku antusias mengikuti manasik haji yang digelar. Ia membandingkan waktu masih TK, ikut Manasik Haji yang diingatnya cuma jalan-jalan. Kalau sekarang dijelaskan lebih rinci, apa saja bacaannya, bagaimana ketentuan saat memulai tawaf dan lainnya.
"Senang banget jadi lebih tahu, malah jadi pengen berangkat haji sungguhan," cetus siswa jurusan teknik informatika tersebut.
Dalam manasik haji yang digelar tersebut, tak kurang dari 400 siswa dari sejumlah sekolah yang ada di Nanga Bulik tampak antusias turut serta, merekapun bahkan didampingi oleh perwakilan guru dari masing-masing sekolah. (HENDI NURFALAH/N).








