SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Tiga individu orangutan dilaporkan berkeliaran di kebun sawit milik warga di Desa Kandan, Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Menanggapi laporan tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit langsung melakukan observasi pada Minggu, 9 Februari 2025.

"Berdasarkan keterangan warga, orangutan yang terlihat terdiri dari tiga individu, yakni satu anak, satu induk, dan satu jantan dewasa," kata Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah saat dikonfirmasi, Senin, 10 Februari 2025.

Pihaknya telah menemui pelapor, Jarwono dan anaknya, untuk mengumpulkan informasi terkait keberadaan orangutan tersebut.

Akses menuju lokasi cukup sulit, sehingga tim harus menggunakan mobil atau motor sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki mengelilingi kebun warga.

Menurut warga, orangutan tersebut sudah terlihat sejak tiga hari lalu. Mereka tidak merusak tanaman sawit yang sudah besar mili Jarwono. Tetapi justru memakan tanaman sawit yang baru ditanam milik tetangga kebun Jarwono.

--page

Saat observasi, petugas tidak menemukan keberadaan orangutan secara langsung. Namun lima sarang lama ditemukan menandakan adanya aktivitas satwa dilindungi itu di area yang didominasi oleh semak belukar, pohon karet, dan kelapa sawit. 

Sebagai langkah antisipasi, petugas memberikan pengarahan kepada warga mengenai perilaku orangutan serta cara menghadapi satwa tersebut tanpa membahayakan manusia maupun orangutan itu sendiri.

"Kami mengimbau warga agar tidak mengusir atau menyakiti orangutan. Jika mereka kembali muncul kami minta warga tidak mendekat. Segera laporkan ke BKSDA agar bisa ditindaklanjuti dengan langkah yang tepat," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)