PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Indonesia telah mengukuhkan dirinya sebagai produsen dan eksportir kelapa sawit terbesar di dunia, berkat komoditas ini yang terus mendorong PDB sektor perkebunan berada dalam angka positif dan meningkat signifikan.

"Produk kelapa sawit dan turunannya telah diekspor ke hampir seluruh penjuru dunia, memberikan dampak positif tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial, kesehatan, dan lingkungan," kata Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP Kelapa Sawit, Eddy Abdurrachman pada Sabtu, 15 Februari 2025.

Namun, di balik keberhasilan tersebut, industri kelapa sawit menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satu tantangan terbesar adalah stigma negatif yang disematkan terhadap kelapa sawit, terutama terkait dampaknya pada lingkungan dan fungsi ekologi.

"Hal ini memicu perdebatan tentang keseimbangan antara kontribusi ekonomi dan dampak lingkungan yang ditimbulkan," katanya.

Pohon kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan tanaman yang memiliki batang tegak dan tinggi, dengan daun panjang yang berbentuk seperti bulu ayam. Tingginya dapat mencapai 20-30 meter dengan umur produktif selama 25-30 tahun. Tanaman ini memiliki akar tunggang yang kuat, mampu menyerap nutrisi dari tanah dengan baik, serta buah merah berbentuk bulat dengan kulit tebal dan berduri.

"Manfaat kelapa sawit sangat beragam, mulai dari sumber utama minyak kelapa sawit, kontribusi ekonomi yang besar, sumber energi alternatif, hingga peningkatan kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan," terang Eddy.

Menurut Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute atau PASPI dalam publikasinya tahun 2024, kelapa sawit memiliki potensi besar untuk mendukung keberlanjutan ekonomi dan lingkungan jika dikelola dengan baik.

"Meskipun demikian, isu-isu negatif terkait kelapa sawit, terutama yang berkaitan dengan deforestasi dan degradasi lingkungan, masih menjadi perhatian utama. Penting untuk terus mengedukasi masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai manfaat positif kelapa sawit, serta upaya-upaya keberlanjutan yang dilakukan oleh industri ini untuk meminimalisir dampak negatifnya," jelasnya.

Dengan potensi besar yang dimiliki, kelapa sawit tetap menjadi komoditas andalan Indonesia.

"Tantangan dan stigma negatif yang dihadapi harus dijawab dengan inovasi dan komitmen dalam praktik berkelanjutan, agar manfaat ekonomi dan lingkungan dapat berjalan seiring, memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dan kelestarian alam," jelas Eddy. (TESTI PRISCILLA/H)