BORNEONEWS, Palangka Raya – Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya akan membuka tiga rute penerbangan baru yang menghubungkan Kalimantan Tengah dengan Makassar, Bali, dan Lombok.
Penerbangan perdana akan dimulai pada 21 dan 22 Maret 2025 mendatang, menggunakan maskapai Lion Air dengan pesawat Boeing 737-800NG dan Boeing 737-900ER.
Rute Palangka Raya-Makassar (UPG) akan beroperasi setiap hari mulai 21 Maret 2025. Pembukaan rute ini diharapkan mempermudah akses bagi pelaku bisnis dan wisatawan untuk menjelajahi potensi ekonomi dan kuliner khas Makassar, serta sektor perikanan dan maritimnya yang berkembang pesat.
Konektivitas ini juga akan memperluas jangkauan akses ke Sulawesi, Maluku, dan Papua. Penerbangan Palangka Raya-Bali (DPS) akan dimulai pada 21 Maret 2025, dengan jadwal terbang setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.
"Rute ini membuka peluang besar bagi masyarakat Palangka Raya untuk berwisata ke Bali, mengembangkan usaha di sektor pariwisata dan industri kreatif, serta memanfaatkan konektivitas internasional Bali menuju Australia, Singapura, Thailand, dan Malaysia," kata, Plh Airport Manager Lion Group Distrik Palangka Raya, Edwin Rafael, Rabu, 19 Februari 2025.
Sementara itu, rute Palangka Raya-Lombok (LOP) akan mulai beroperasi pada 22 Maret 2025, dengan jadwal terbang setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pembukaan rute ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lombok, yang dikenal dengan pesona alamnya yang eksotis dan potensi investasi di sektor pariwisata.
Konektivitas ini juga akan mendukung perkembangan UMKM dan industri kreatif lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurutnya, pembukaan rute baru ini difasilitasi oleh Lion Air dan diharapkan dapat menjadi katalisator dalam menghubungkan Kalimantan Tengah dengan pusat-pusat ekonomi dan pariwisata lainnya di Indonesia.
Ia optimistis konektivitas ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Palangka Raya. Pembukaan tiga rute baru ini menandai langkah signifikan dalam meningkatkan konektivitas udara Kalimantan Tengah.
"Dengan akses yang lebih mudah, diharapkan potensi ekonomi, pariwisata, dan perdagangan di Palangka Raya dapat semakin berkembang dan memperkenalkan keanekaragaman budaya Kalimantan Tengah kepada dunia," pungkasnya. (PATHUR/H)









