BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Yusran, mengajak masyarakat untuk menerapkan lima hal dalam mendukung Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah.
Hal ini sebagai bentuk tindak lanjut Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2024, dengan tujuan untuk mengurangi volume sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Langkah pertama yang diajukan adalah pencegahan sampah dari sumbernya. Masyarakat diimbau untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik, kantong belanja plastik, wadah plastik foam, dan kemasan sekali pakai.
"Penggunaan alternatif yang ramah lingkungan sangat dianjurkan untuk mengurangi timbulan sampah plastik," katanya, Sabtu, 22 Februari 2025.
Langkah kedua adalah pemilahan sampah dari rumah. Sampah plastik, kertas, logam, dan kaca dapat disalurkan ke bank sampah, jasa pengumpulan sampah, atau disumbangkan kepada pihak yang membutuhkan. Sementara itu, sampah sisa makanan dan bahan organik lainnya dapat dikomposkan di rumah.
--page
Langkah ketiga menekankan pentingnya menghabiskan makanan. Mengingat sampah organik, termasuk sisa makanan, menyumbang 50-60% dari total sampah di Indonesia, menghabiskan makanan merupakan upaya efektif untuk mengurangi jumlah sampah. Dengan demikian, kita telah menyelesaikan sebagian besar permasalahan sampah.
Langkah keempat adalah mengomposkan sisa makanan. Sisa makanan seperti potongan sayur dan sisa makanan yang tidak habis dapat diolah menjadi kompos dengan metode sederhana. Berbagai metode kompos rumahan tersedia, seperti menggunakan ember, gerabah, komposter, keranjang Takakura, lubang resapan biopori, atau diolah menjadi eco enzym.
DLH Palangka Raya berharap dengan menerapkan kelima langkah ini, masyarakat dapat berkontribusi aktif dalam mengurangi jumlah sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.
"Partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk keberhasilan gerakan sadar sampah ini," pungkasnya. (PATHUR/y)








