BORNEONEWS, Palangka Raya - Sepanjang perjalanan organisasi sejak 2015, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS yang sekarang telah berubah nama menjadi BPDP terus berupaya untuk menjadi pengelola dana yang berperan dalam pengembangan kelapa sawit berkelanjutan sebagai salah satu komoditas strategis Indonesia.
Visi ini menjadi panduan yang jelas dalam melakukan penyelarasan dengan sasaran strategis pemerintah secara umum serta menentukan fokus pengembangan bidang yang akan didanai.
"Pada tahun 2019, visi BPDPKS mengalami penajaman menjadi lebih fokus, yaitu menjadi badan pengelola dana yang terpercaya dalam pengembangan sawit yang berkelanjutan sebagai komoditas strategis nasional untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Penajaman visi ini diharapkan dapat memperkuat peran BPDPKS dalam mendukung pengembangan sektor kelapa sawit di Indonesia," kata Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman pada Sabtu, 22 Februari 2025.
Mengiringi visi tersebut, pernyataan misi diperlukan untuk merinci dan menjelaskan visi dalam bentuk yang lebih konkret. Misi BPDPKS sejak pendiriannya pada tahun 2015 telah dirancang agar bersifat ringkas namun komprehensif serta sesuai dengan arah perkembangan BPDPKS. Pada saat itu, misinya adalah mengelola dan menumbuhkembangkan dana perkebunan kelapa sawit secara profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan guna menjamin keberlangsungan program kelapa sawit berkelanjutan.
"Namun, seiring dengan penajaman visi pada tahun 2019, misi BPDPKS juga mengalami penyesuaian menjadi lebih jelas dan terukur. Fokus penyaluran BPDPKS adalah pada layanan prima dalam menjalankan kebijakan pemerintah dalam program pengembangan sawit berkelanjutan. Misi ini diwujudkan melalui penghimpunan, pengembangan, dan penyaluran dana sawit yang terpadu dan tepat guna, secara profesional dan akuntabel," jelasnya.
Kegiatan yang dilakukan oleh BPDPKS dalam rangka mencapai misi tersebut meliputi pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, promosi, peremajaan, sarana dan prasarana, pemenuhan kebutuhan pangan, hilirisasi industri perkebunan kelapa sawit, serta penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa sektor kelapa sawit dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.
"Dengan rencana strategis yang komprehensif dan fokus pada pengembangan kelapa sawit berkelanjutan, BPDPKS diharapkan dapat terus menjadi pengelola dana yang terpercaya dan berkontribusi signifikan dalam pengembangan sektor kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









