BORNEONEWS, Nanga Bulik - Lulusan perguruan tinggi hendaknya jangan mentok dengan membidik  posisi Aparatur Sipil Negara (ANS). Tidak bisa dipungkiri, profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS)  masih menjadi primadona para pencari kerja yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana, termasuk bagi para civitas akademika yang masih mengampu di bangku kuliah.

"Seharusnya, menjadi PNS jangan dijadikan satu-satunya jalan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dan daerah. Itu sudah terlalu mainstream. Masih banyak cara dan bentuk lain untuk mengabdi," ungkap Wakil Bupati Lamandau, H. Sugiyarto kepada Borneonews, di Nanga Bulik, Rabu (28/9/2016).

Wabup Lamandau mengingatkan agar generasi muda khususnya para lulusan perguruan tinggi di Lamandau, tidak hanya membidik profesi ASN sebagai pelabuhan terakhir masa depannya. Dirinya berharap, para sarjana Lamandau dengan berbagai konsentrasi keilmuan yang ditekuninya saat di kampus, dapat membuat terobosan baru di ruang-ruang lain yang justru membuka peluang pekerjaan bagi orang lain.

Jadi pada prinsipnya, lanjut dia, sekarang ini pemuda yang lulusan sarjana harus bisa menciptakan peluang usaha ataupun membuka lapangan pekerjaan. "Saya yakin, dengan komitmen, kerja keras dan antusiasme serta jeli melihat peluang, para mahasiswa sudah banyak memiliki ide untuk membuka lapangan pekerjaan," bebernya.

Sugiyarto sengaja menegaskan hal tersebut melihat fenomena yang ada saat ini. Banyak lulusan sarjana dari desa, tetapi tidak banyak yang mau kembali untuk membangun desanya karena menganggap sepi.

Hal itupun seringkali dirinya sampaikan kepada para mahasiswa Lamandau pada saat melakukan kunjungan ke daerah-daerah yang telah membentuk Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Lamandau (IPML) di sejumlah daerah. Termasuk pada saat pelepasan KKN Untama Pangkalan Bun di Lamandau, beberapa waktu lalu.

"Terkadang, merekajustru lebih suka tinggal di kota walaupun nganggur, daripada bekerja tetap di desa atau kampung halamannya," terangnya.

Padahal, imbuh dia lagi, jika kita jeli melihat peluang usaha, tanpa harus menjadi PNS-pun kesejahteraan hidup juga tidak kalah, malah peluangnya justru lebih luas.

Pesan itupun sekalugis mengingatkan para orang tua yang masih memiliki pandangan kurang tepat, khususnya yang masih memiliki penilaian bahwa ukuran anaknyaa sukses itu adalah lulus kuliah dan jadi PNS, tukas Wabup. (HENDI NURFALAH/N).