PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya gencar mengkampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Hal ini dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 yang mengangkat tema Kolaborasi Untuk Indonesia Bersih.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengingat tragedi longsor sampah TPA Leuwigajah, Cimahi pada 2005 yang menelan ratusan korban jiwa.

Sebagai bentuk aksi nyata, DLH Kota Palangka Raya meluncurkan "Gerakan Batik" (Bakul Cantik Tanpa Plastik) pada 26 Februari 2025. Sosialisasi dan edukasi pengurangan kantong plastik sekali pakai ini dilaksanakan di Pasar Kahayan dan Pasar Besar, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2022.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peralihan dari kantong plastik ke alternatif yang lebih ramah lingkungan," kata Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Yuseran, Rabu, 26 Februari 2025.

Dalam Gerakan Batik, DLH membagikan 500 bakul purun kepada para pedagang dan pembeli. Bakul purun, keranjang anyaman tradisional, dipilih karena sifatnya yang ramah lingkungan, tahan lama, dan dapat digunakan berulang kali.

Pemilihan bakul purun juga bertujuan untuk mendukung penggunaan produk lokal dan alami, antusiasme masyarakat terhadap Gerakan Batik terbilang tinggi. Para pedagang dan pembeli di Pasar Kahayan dan Pasar Besar menyambut baik inisiatif ini.

Lebih lanjut Yuseran berharap agar Gerakan Batik dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mengurangi sampah plastik.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang bersih.

DLH Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pengelolaan sampah.

"Ke depannya, berbagai program inovatif akan digulirkan untuk mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan di Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/H)