PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Lembang - Dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan di Kalimantan, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD telah meluncurkan berbagai program untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap produk keuangan.

Hal ini disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman dalam rangkaian kegiatan Media Update dan Sosialisasi IASC bersama Insan Pers se-Kalimantan yang ditutup di Lembang pada Rabu, 26 Februari 2025 malam.

"Berbagai inisiatif telah diambil oleh TPAKD di seluruh Kalimantan, termasuk peluncuran produk Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir atau KPMR yang bertujuan untuk memberikan alternatif pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat," kata Parjiman.

Program-program KPMR ini mencakup Kredit Kukar Idaman di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kredit Tanpa Bunga dan Rente bagi Ekonomi Lemah atau Gapura Karomah di Kabupaten Tanah Laut, serta Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera atau MESRA di Kabupaten Bulungan.

"Hingga akhir tahun 2024, program KPMR di Kalimantan telah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp119,15 miliar. Jumlah ini mencakup total penerima kredit atau pembiayaan sebanyak 9.576 debitur, yang tersebar di berbagai kabupaten di Kalimantan," tutur Parjiman lagi.

Keberhasilan ini menunjukkan komitmen OJK dalam mendorong inklusi keuangan di daerah-daerah terpencil dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat.

Program-program yang diluncurkan oleh TPAKD ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan akses keuangan, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat dengan memberikan pembiayaan yang lebih terjangkau dan bebas dari rentenir. Dengan adanya Kredit Kukar Idaman, Gapura Karomah, dan MESRA, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan usaha mereka tanpa perlu khawatir akan bunga dan rente yang tinggi.

"Selain itu, program-program ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir yang sering kali memberikan pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi. Dengan adanya alternatif pembiayaan yang lebih terjangkau dan mudah diakses, masyarakat di Kalimantan dapat lebih mudah mengakses dana untuk kebutuhan usaha dan pengembangan ekonomi," katanya.

Upaya OJK melalui TPAKD di Kalimantan ini merupakan langkah nyata dalam mendorong inklusi keuangan dan memberikan akses yang lebih adil dan merata kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan berbagai program yang telah diluncurkan, diharapkan inklusi keuangan di Kalimantan akan semakin meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Selain Parjiman, hadir pula Kepala OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, serta Kepala OJK Provinsi Kalimantan Barat, Rochma Hidayati dan Deputi Direktur Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Misyar Bonowisanto. (TESTI PRISCILLA/H)