BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Perwakilan setempat mulai mensosialisasikan lima Program Quick Wins Kemendukbangga.
"Alhamdulillah, kemarin kita bersama pemerintah Provinsi Kalteng melakukan sosialisasi lima Program Quick Wins Kemendukbangga," kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengeendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotim, Imam Subekti, Kamis, 13 Maret 2025.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut diselenggarakan untuk dapat memberikan gambaran secara umum terkait program Quick Wins Kemendukbangga.
Ada lima program Quick Wins Kemendukbangga, pertama yakni gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting). Kedua, taman asuh sayang anak (Tamasya) yaitu dengan penyediaan tempat penitipan anak atau daycare unggulan. Ketiga, Gerakan ayah teladan (Gate). Program keempat, yakni aplikasi super berbasis akal imitasi (AI) yang melayani konsultasi keluarga. Sedangkan kelima, yakni SIDAYA atau lansia berdaya yang menyediakan layanan berbasis komunitas untuk para lansia yang tidak mendapatkan perawatan oleh anaknya.
"Kegiatan Quick Win memiliki arti strategis, terutama dalam rangka meningkatkan kualitas hidup keluarga di Indonesia khususnya di Kotim," ujarnya.
Namun ia juga menegaskan, suksesnya quick win ini memerlukan kolaborasi dan sinergitas antar lintas sektor, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, media massa, perguruan tinggi dan masyarakat.
"Oleh karena itu, diharapkan komitmen dan dukungan dari semua pihak dalam rangka menyukseskan progam ini dengan harapan kualitas hidup keluarga menjadi lebih baik lagi," harapnya.
Sosialisasi lima program Quick Wins Kemendukbangga digelar pada Rabu, 13 Maret 2025. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Kalteng Sunarto.
Sebelumnya ia mengungkapkan program tersebut upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga di Indonesia. Ia mencontohkan melalui Melalui Genting, bantuan orang tua asuh diharapkan mampu mendukung keluarga miskin berisiko stunting (KRS), begitu juga dengan Tamasya adalah suatu program pendampingan pengasuhan anak di TPA dengan sistem yang terintegrasi untuk dapat memberikan pendampingan pengasuhan secara rutin serta informasi dan data pengasuhan anak usia dini.
Hal itu untuk membantu orang tua yang bekerja untuk tetap produktif sambil memastikan anak-anak mereka mendapatkan perhatian, perlindungan dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak serta mendukung partisipasi perempuan dalam dunia kerja.
"Diharapkan keberadaan Tamasya dapat memberikan kontribusi dalam pembentukan generasi penerus bangsa yang unggul dan membantu dalam percepatan penurunan stunting serta lainnya sehingga kualitas hidup keluarga di daerah ini meningkat," tutupnya. (DEVIANA/H)









