BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aksi pencurian kelapa sawit di Desa Natai Kerbau, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat berujung pada kemarahan warga.
Tiga pelaku yang diduga sebagai "ninja sawit" ini tertangkap basah saat beraksi pada Minggu, 16 Maret 2025 malam.
Ketiga pelaku yang berasal dari Natai Kerbau, Pangkalan Banteng, dan Sungai Pakit itu tak berkutik setelah warga yang geram berhasil menangkap mereka.
Aksi main hakim sendiri pun sempat terjadi, dengan bogem mentah mendarat ke tubuh pelaku. Selain itu, mobil yang digunakan mereka juga dirusak oleh warga.
Kepala Desa Natai Kerbau, Ahmad Sholeh, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun, ia menepis kabar bahwa pelaku mengalami luka parah akibat amukan massa.
--page
"Namanya banyak orang mas, sempat dipukuli tapi tidak separah yang dikabarkan dan berhasil kita selamatkan untuk diserahkan ke Polsek Pangkalan Banteng," ujar Ahmad Sholeh, Senin, 17 Maret 2025.
Menurutnya, aksi pencurian sawit di wilayahnya semakin marak dalam tiga bulan terakhir. Hal ini membuat warga resah hingga akhirnya bersatu untuk menangkap pelaku.
"Aksi pencurian makin masif terjadi pada tiga bulan belakangan ini. Bahkan ada warga yang ingin memanen sawitnya, tetapi sudah lebih dulu dicuri oleh komplotan ini. Akhirnya warga kami marah dan meningkatkan kewaspadaan," tuturnya.
Dalam video yang beredar, terlihat amukan warga kepada para terduga pelaku tak terhindarkan, sampai pada akhirnya polisi berhasil mengamankan para terduga pelaku. (DANANG/Y)









