PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan kondisi cuaca di Kalimantan Tengah umumnya berawan hingga hujan ringan.

Namun, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah. Suhu udara berkisar antara 23°C hingga 32°C, dengan kelembaban udara antara 60 persen hingga 100 persen.

Angin umumnya bertiup dari Barat Daya ke Timur Laut dengan kecepatan 5 hingga 15 kilometer per jam.

Prakirawan cuaca, Muhammad Ihsan Sidiq, menjelaskan bahwa tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah diperkirakan mencapai 0.5 hingga 2.0 meter (rendah hingga sedang).

"Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem," katanya, Selasa, 18 Maret 2025.

Peringatan dini dikeluarkan terkait potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.

Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat yang dapat disertai petir/kilat, angin kencang, atau bahkan angin puting beliung.

Selain itu, masyarakat perlu berhati-hati terhadap dampak bencana yang mungkin ditimbulkan akibat cuaca ekstrem tersebut. Dampak yang perlu diwaspadai antara lain genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga terhadap potensi bencana tersebut.

Peringatan dini juga dikeluarkan terkait pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) yang berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat, angin kencang, dan peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalimantan Tengah. Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir diimbau untuk lebih waspada.

Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan.

"Masyarakat juga dihimbau untuk selalu waspada dan siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu," pungkasnya. (PATHUR/H)