PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi selama periode libur Lebaran. Hal inipun disampaikannya dalam kunjungan ke daerah konservasi Orangutan, Pulau Salat pada Rabu, 19 Maret 2025 kemarin.

"Langkah ini bertujuan untuk memastikan ekosistem tetap seimbang dan terjaga. Kawasan konservasi, termasuk taman nasional dan taman wisata alam, diharapkan dapat menjadi tujuan wisata yang aman dan nyaman bagi semua pengunjung," kata Menteri Raja.

Dalam upaya ini, Menteri Raja Antoni menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan di kawasan konservasi. Hal ini meliputi pembatasan daya dukung dan daya tampung untuk menjaga kelangsungan ekosistem serta kenyamanan wisatawan.

"Melalui pengelolaan yang tepat, pengunjung dapat menikmati keindahan alam tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem," katanya.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan pembayaran non-tunai untuk efisiensi dan transparansi. Tiket masuk ke kawasan konservasi kini hanya dapat dibeli menggunakan metode digital, seperti QRIS dan mesin EDC. Sosialisasi terkait kebijakan ini terus diperluas agar pengunjung dapat mempersiapkan diri sebelum berkunjung.

--page

"Untuk mendukung prinsip pengelolaan sampah berbasis zero waste, kawasan konservasi menyediakan tong sampah di titik-titik strategis dan mengadakan patroli sampah secara periodik. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif kegiatan wisata terhadap lingkungan. Dengan kesadaran semua pihak, kawasan konservasi bisa tetap lestari di masa depan," tuturnya.

Menteri Kehutanan juga menyoroti pentingnya keamanan dan keselamatan pengunjung. Pemasangan rambu-rambu, koordinasi dengan fasilitas kesehatan, dan pemantauan kondisi cuaca menjadi langkah-langkah yang telah diambil demi menjaga kenyamanan wisatawan. Jika terjadi kondisi ekstrem, kawasan konservasi bisa ditutup sementara untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Sebagai penutup, Raja Juli Antoni mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kelestarian alam.
"Dengan bersama-sama mematuhi aturan yang ada, wisata alam Indonesia dapat terus menjadi kebanggaan nasional dan aset berharga bagi generasi mendatang. Liburan yang menyenangkan sekaligus ramah lingkungan adalah harapan bagi semua pihak," terangnya. (TESTI PRISCILLA/Y)