SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) siap menyerap hasil panen jagung petani hingga ke pelosok Kotim. 

"Kami tegaskan siap menyerap hasil panen jagung jenis pipilan, berapapun panennya," kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad, Kamis, 20 Maret 2025.

Ia mengungkapkan pihaknya siap menyerap untuk hingga ke pelosok seperti wilayah Utara Kotim. Bulog akan terus berkoordinasi dengan petani setempat agar bersamaan sehingga pengangkutannya bisa lebih mudah. 

"Dengan koordinasi itu membantu kita dalam pengangkutannya bisa lebih mudah, efektif dan efisien. Belum lama ini kami juga melakukan panen raya jagung di Kecamatan Cempaga Hulu," ucapnya. 

Sementara itu, derdasarkan data dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotawaringin Timur, perkembangan luas panen jagung di kabupaten ini pada 2021 seluas 195 hektare, pada 2022 turun menjadi 142 hektare dan pada 2023 kembali meningkat menjadi 220 hektare.

--page

Pada 2023, Kecamatan Baamang menjadi kecamatan dengan luas panen jagung terbesar di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan luas panen sebesar 40 hektare. Capaian itu disusul Kecamatan Parenggean seluas 29 hektare, Kota Besi 28 hektare dan Telawang 22 hektare.

Namun hal lain yang perlu diperhatikan adalah dari sisi produktivitasnya. Produktivitas jagung adalah ukuran hasil panen jagung yang diperoleh persatuan luas lahan. Produktivitas jagung tahun 2021 hingga 2023 memiliki pola yang sama dengan luas lahan panennya.

Secara umum produktivitas jagung di Kotawaringin Timur pada 2021 senilai 4,528 ton per hektare, 2022 senilai 4,317 ton per hektare dan 2023 senilai 4,805 ton per hektare.

Ternyata pada 2023 lalu Kecamatan Parenggean menjadi kecamatan dengan produktivitas jagung terbesar di Kotawaringin Timur senilai 5,69 ton per hektare. 

Capaian tersebut disusul Kecamatan Telawang dengan produktivitas jagung mencapai 5,64 ton per hektare, disusul Kota Besi 5,14 ton per hektare dan Seranau 5,12 ton per hektare. (DEVIANA/Y)