BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Umum DPP APKASINDO, Gulat ME Manurung, menyampaikan bahwa Rapat Kerja Nasional atau Rakernas tahun ini memiliki perbedaan signifikan dibandingkan sebelumnya.
Kegiatan ini telah lama dinantikan oleh para petani sawit dari 25 provinsi yang tergabung dalam APKASINDO. Dalam sambutannya, Gulat menekankan bahwa persoalan yang dihadapi petani sawit adalah persoalan mendasar yang berkaitan langsung dengan masa depan mereka.
"Rakernas kali ini menjadi momen penting bagi jajaran pengurus DPP dan DPW APKASINDO untuk menyusun semangat baru dalam mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," kata Gulat dalam rilisnya pada Sabtu, 23 Maret 2025.
Seminar yang diadakan dalam Rakernas ini membahas peranan industri sawit dalam memenuhi kebutuhan pangan dan energi, serta kontribusi petani sawit yang mengelola 6,87 juta hektar dari total 16,38 juta hektar kebun sawit di Indonesia.
Gulat menjelaskan bahwa Rakernas dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama berfokus pada pembahasan isu-isu terkini, sementara sesi kedua merupakan acara internal organisasi. Dalam sesi internal ini, akan dirumuskan kesimpulan strategis dan tindak lanjut yang akan disampaikan kepada Presiden Prabowo, serta diteruskan ke 25 provinsi sawit. Selain itu, Rakernas juga menjadi ajang evaluasi rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang, mengingat dinamika situasi perkelapasawitan Indonesia dan dunia dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam pidatonya, Gulat menegaskan pentingnya membahas berbagai hal strategis, terutama dalam membangun semangat baru untuk mendukung program kemandirian pangan dan energi. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dalam beberapa pertemuan kenegaraan sebelumnya.
"Petani sawit memiliki peran vital dalam mewujudkan kemandirian tersebut," tegasnya.
Sesi pleno pertama Rakernas APKASINDO menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, seperti Erich Folanda (Koordinator IV Jampidsus), Togu Saragih (Ditjen Perkebunan), dan Kabul Wijayanto (Direktur BPDP). Pleno ini membahas berbagai aspek penting, termasuk hukum dan advokasi, peningkatan produktivitas sawit rakyat, hilirisasi, penelitian dan keberlanjutan, serta promosi dan diplomasi sawit.
"Rakernas APKASINDO tahun ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi petani sawit Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan. Dengan semangat baru yang dirumuskan, APKASINDO berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dan memperjuangkan kepentingan petani sawit di seluruh Indonesia," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/H)









