BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya memprioritaskan peningkatan infrastruktur jalan dan pemukiman pada tahun 2025. Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyatakan hal tersebut saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 24 Maret 2025.
Dalam 100 hari awal masa jabatannya bersama Wali Kota Fairid Naparin, fokus utama adalah perbaikan infrastruktur, terutama jalan rusak.
Achmad Zaini menjelaskan bahwa jalan yang rusak akibat hujan dan banjir akan menjadi prioritas utama perbaikan. Jalan-jalan yang mengalami kerusakan akibat faktor usia juga telah didata oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Palangka Raya. Namun, daftar jalan yang akan diperbaiki masih dalam proses dan belum bisa dipublikasikan.
Meskipun belum menerima daftar lengkap dari Disperkimtan, Achmad Zaini memastikan bahwa jalan-jalan yang dikeluhkan masyarakat akan menjadi pertimbangan utama dalam penentuan prioritas perbaikan.
"Aspirasi masyarakat menjadi hal penting dalam menentukan program pembangunan infrastruktur," ungka Zaini
Selain perbaikan jalan, Pemkot Palangka Raya juga akan fokus pada perbaikan drainase. Perbaikan drainase dianggap penting untuk meminimalisir genangan air dan banjir yang sering terjadi di Palangka Raya akibat curah hujan tinggi.
Pendangkalan drainase yang disebabkan oleh struktur tanah berpasir dan berlumpur serta sampah yang dibuang sembarangan akan ditangani.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya, Filamri, menyebutkan beberapa ruas jalan yang kemungkinan akan diperbaiki pada tahun 2025. Jalan Rajawali, Menteng, dan Panarung menjadi target utama. Jika memungkinkan, perbaikan juga akan dilakukan di ruas jalan di Mangku Baru dan Bukit Batu.
Pemkot Palangka Raya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan drainase di Kota Palangka Raya.
Perbaikan jalan dan drainase yang terencana dan terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga serta mengurangi dampak negatif dari bencana banjir.
"Partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting untuk mendukung keberhasilan program ini," pungkasnya. (PATHUR/H)









