PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ekspor Kalimantan Tengah pada Januari 2025 seluruhnya terdiri dari komoditas nonmigas dengan total nilai mencapai US$297,40 juta. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 28,72 persen dibandingkan Desember 2024, yang tercatat sebesar US$417,22 juta.

"Penurunan ini juga sejalan dengan penurunan volume total ekspor, yang merosot 34,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 25 Maret 2025.

Sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar ekspor Kalimantan Tengah pada Januari 2025, dengan kontribusi mencapai 79,41 persen dari total nilai ekspor. Meski demikian, sektor ini mengalami penurunan nilai ekspor sebesar US$92,39 juta atau 28,12 persen dibanding Desember 2024.

"Komoditas utama yang diekspor dari sektor ini mencakup batu bara, bijih zirconium, niobium, tantalum, lignit, bijih titanium, dan zirconium silikat," katanya.

Hasil industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 19,92 persen terhadap total ekspor Kalimantan Tengah pada bulan yang sama. Nilainya tercatat sebesar US$59,25 juta, namun angka ini mengalami penurunan sebesar 29,16 persen atau setara US$24,39 juta dibandingkan Desember 2024. Penurunan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi sektor industri pada awal tahun.

--page

"Komoditas unggulan dari sektor industri pengolahan meliputi minyak kelapa sawit, karet remah, kayu olahan, serta produk-produk lainnya seperti bungkil dan residu, kayu lapis, karet buatan, alat dapur dari kayu, rotan, bambu, dan barang anyaman," jelasnya.

Penurunan ekspor dari sektor ini mencerminkan dinamika global yang memengaruhi permintaan terhadap produk olahan.

Secara keseluruhan, tren penurunan ekspor pada awal tahun ini mengindikasikan adanya tantangan dalam sektor perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah. Berbagai faktor, termasuk penurunan permintaan global dan harga komoditas, diduga menjadi penyebab utama penurunan ini.

Dengan situasi ini, diperlukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan diversifikasi produk ekspor Kalimantan Tengah. Dukungan dari pemerintah, pelaku usaha, dan stakeholder lainnya menjadi kunci untuk mengatasi tantangan di tengah dinamika perdagangan global. (TESTI PRISCILLA/Y)