BORNEONEWS, Palangka Raya - Penumpang angkutan udara di Kalimantan Tengah pada Januari 2025 tercatat terkonsentrasi di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dengan proporsi sebesar 54,05 persen.
"Menyusul di posisi kedua adalah Bandara Iskandar Pangkalan Bun dengan kontribusi 33,58 persen, sementara Bandara H. Asan Sampit hanya mencatatkan 8,95 persen. Sisanya, yakni 3,42 persen, terdistribusi di bandara lain yang ada di wilayah tersebut," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 26 Maret 2025.
Menurut Agnes Widiastuti, angka-angka ini menunjukkan bahwa Bandara Tjilik Riwut berperan sebagai pusat aktivitas transportasi udara di provinsi ini.
"Bandara Tjilik Riwut menjadi pilihan utama bagi para penumpang karena fasilitasnya yang lengkap dan lokasinya yang strategis," ujar Agnes.
Selain angkutan penumpang, data juga menunjukkan konsentrasi signifikan pada distribusi barang melalui angkutan udara.
"Dari total volume arus barang yang mencapai 2.460 ton pada Januari 2025, sebesar 76,95 persen di antaranya melalui Bandara Tjilik Riwut. Bandara Iskandar menyusul dengan kontribusi 15,93 persen, sedangkan Bandara H. Asan mencatatkan 6,34 persen dan bandara lainnya hanya 0,78 persen," katanya.
Agnes juga menambahkan bahwa angka distribusi barang ini mencerminkan efisiensi logistik yang masih perlu ditingkatkan di bandara-bandara lain di Kalimantan Tengah.
"Peran Bandara Tjilik Riwut dalam distribusi barang sangat dominan, tetapi kami tetap mendorong pengoptimalan fungsi bandara lain untuk mendukung pemerataan ekonomi," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/H)









