PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Perum Bulog Kanwil Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan stok beras aman menjelang perayaan Idul Fitri 1446 H.

Manager Supply Chain Pelayanan Publik (SCPP) Bulog Kanwil Kalteng, Denny Kurniawan, menyatakan stok beras mencapai 11.000 ton yang tersebar di 18 gudang Bulog di seluruh Kalteng. Stok tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Lebaran dan beberapa bulan ke depan.

Denny Kurniawan menjelaskan bahwa jumlah beras yang tersedia di gudang Bulog mencapai 11.000 ton. Jumlah ini dianggap aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran.

"Bulog juga telah mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi peningkatan permintaan beras selama bulan Ramadan dan Idul Fitri," kata Deny, Kamis 27 Maret 2025.

Untuk menjaga stabilitas harga beras dan keterjangkauan bagi masyarakat, Bulog Kalteng bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menggelar pasar murah. Pasar murah ini akan menyediakan beras dengan harga terjangkau, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga beras menjelang Lebaran.

--page

Penyaluran beras ke setiap daerah akan disesuaikan dengan permintaan dari pemerintah setempat. Pemerintah daerah bertugas untuk mendata kebutuhan beras di wilayah masing-masing, dan Bulog siap untuk mensuplai sesuai dengan permintaan tersebut. Sistem ini memastikan distribusi beras yang efisien dan tepat sasaran.

Bulog Kanwil Kalteng memastikan kesiapannya untuk menyalurkan beras kepada pemerintah daerah sepanjang bulan Ramadan untuk setiap operasi pasar. Hal ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga di pasaran. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan membeli beras secara berlebihan.

Denny Kurniawan mengimbau masyarakat untuk tidak panik membeli beras secara berlebihan. Pihaknya memastikan stok beras aman dan mudah diakses oleh masyarakat. Masyarakat diminta untuk tenang dan fokus menjalankan ibadah selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.  

"Bulog berkomitmen untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga di pasaran," pungkasnya. (PATHUR/Y)