BORNEONEWS, Palangka Raya -- PERINGATAN Hari Jadi ke-71, Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Sanaman Mantikai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah tak semeriah tahun lalu. Namun demikian, dua penampilan dari anak usia dini yang mengenakan pakaian TNI dan tarian adat Dayak cukup menghidupkan suasana.
Di hadapan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Danrem 102 Panju-Panjung Kolonel Arh Purwo Sudaryanto, Kapolda Kalteng Brigadir Jenderal Fakhrizal dan sejumlah pejabat lainnya, anak-anak TK itu menampilkan sebuah lagu "Balonku".
Anak-anak juga didampingi beberapa guru lainnya untuk kemudian bernyanyi bersama sembari menabuh drum band yang dibawa. Sebelumnya, dua anak TK perwakilan menghadap Gubernur.
Mereka kemudian berjabat tangan dan mendapat kecupan di bagian kening oleh Gubernur. Selanjutnya, anak TK itu memberikan kenangan kepada Sugianto dengan mengalungkan sebuah benda asli Kalteng dengan nama kalung Lilis Tamiang.
Kemudian, tarian adat Dayak ditampilkan puluhan orang. Dengan gaya tarian diiringi alunan khas Dayak, mereka menunjukan gerakan lenturnya di hadapan para pejabat. Sebagian gerakan memberikan arti tentang kehidupan masyarakat Dayak.
Sementara itu, Purwo Sudaryanto mengatakan, peringatan tahun ini memang digelar secara sederhana. "Kita hanya upacara saja, tidak menampilkan defile dan lain-lain. Justru tarian daerah yang kita tampilkan," kata Purwo.
Tujuan ditampilkannya tarian daerah untuk mengangkat budaya lokal. Mereka, lanjut Purwo, merupakan penari-penari yang pernah menyabet gelar juara II lomba tarian daerah tingkat provinsi. "Karena untuk juara I nya, sedang melaksanakan lomba di tingkat Kodam, di Pontianak," tuturnya. (BY/*)








