BORNEONEWS, Sampit – Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong pengadaan mesin pengolah jagung guna meningkatkan nilai jual hasil panen petani.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mendorong bantuan mesin pengolah jagung menjadi beras jagung,” kata Pimpinan Bulog KC Kotim, Muhammad Azwar Fuad, Kamis, 10 April 2025.
Pengolahan jagung pipilan menjadi beras jagung dapat memberikan nilai tambah signifikan bagi petani. Jika dijual dalam bentuk beras jagung, harganya bisa mencapai Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp5.500 dalam bentuk pipilan kering.
Lebih lanjut, Bulog Kotim memastikan siap menyerap jagung pipilan kering dari petani dengan kadar air maksimal 14 persen sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional. Harga pembelian juga mengikuti Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni Rp5.500 per kilogram.
“Ini bentuk komitmen kami dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan hasil panen petani terserap optimal,” tambah Azwar.
--page
Penyerapan perdana jagung sudah dilakukan di wilayah Parenggean sebanyak 1,2 ton, dan dalam waktu dekat Bulog akan menyerap jagung dari wilayah Pal 6 yang kini tengah dalam proses pengeringan.
Jagung yang dibeli Bulog akan menjadi bagian dari Cadangan Jagung Pemerintah (CJP). Penyaluran jagung tersebut akan dilakukan setelah ada instruksi dari Badan Pangan Nasional.
“Jika kapasitas gudang penuh, kami sudah siapkan solusi dengan menyewa gudang tambahan agar seluruh hasil panen bisa ditampung,” ujarnya.
Azwar mengakui bahwa secara ideal penyerapan jagung sebaiknya dilakukan oleh industri seperti pabrik pengolahan pakan ternak. Namun, selama di Kotim belum ada industri yang aktif menyerap, Bulog siap menjadi stand by buyer. (DEWI PATMALASARI/Y)









