SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)  akan melaunching alat pemantau transaksi dengan tujuan mengoptimalkan pendapatan dari sektor pajak daerah.

"Kami sudah menyiapkan alat pemantau transaksi dengan tujuan mengoptimalkan pendapatan. Sebentar lagi akan kami launching," kata Kepala Bapenda Kotim, Ramadhansyah, Jumat, 11 April 2025.

Ia mengungkapkan rencananya launching alat pemantau transaksi pajak tersebut pada 22 April 2025. Hal tersebut merupakan satu pemenuhan dari MCP KPK. 

Indikator Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2025 merupakan instrumen strategis bagi pemerintah daerah untuk mengukur efektivitas rencana aksi pencegahan korupsi. Dengan indikator yang lebih komprehensif dan berbasis evaluasi mendalam, MCP 2025 diharapkan dapat menjadi acuan kepala daerah dalam membangun sistem pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan efisien. 

"Selama ini pemantauan transaksi dilakukan melalui alat bernama Tapping Box, yakni perangkat yang dipasang di Wajib Pajak dan digunakan sebagai pembanding terhadap Laporan Omset yang dilaporkan secara online oleh Wajib Pajak," ungkapnya. 

Ia menambahkan pemantauan transaksi ini dinilai perlu disempurnakan dan dioptimalkan. Untuk itulah Bapenda segera menggunakan alat pemantau transaksi pajak.

Alat ini nantinya akan dihubungkan dengan aplikasi pencatatan transaksi masing-masing wajib pajak seperti rumah makan, kafe, hotel dan lainnya. Dengan begitu setiap transaksi akan bisa langsung dipantau oleh petugas Bapenda.

"Nanti ada dua struk yang diterima konsumen, yaitu struk pembayaran dari hotel atau rumah makan, serta struk 10 persen pajak itu," terangnya.

Tujuan pemasangan alat pemantau transaksi pajak ini adalah untuk transparansi pembayaran oleh konsumen yang menggunakan jasa di hotel, rumah makan dan lainnya.

Lebih lanjut ungkapnya, bertujuan untuk mengoptimalkan pendapatan dari sektor jasa tersebut. Bapenda berharap dari sisi pelaporan pajak yang disampaikan wajib pajak sudah bisa terpantau setiap harinya, sebelum mereka melaporkan pada akhir bulan. 

"Hotel dan rumah makan atau kuliner ini berkontribusi cukup besar terhadap pendapatan asli daerah. Mudah-mudahan ini bisa terus meningkat," ujarnya.  (DEVIANA/j)