PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebuah kejadian unik terjadi di Jalan G Obos, Kota Palangka Raya. Alfaro (10) kehilangan kendali atas drone-nya saat bermain di belakang Perumahan Pemda.

Drone tersebut tersangkut di atap bangunan sarang walet yang cukup tinggi, sekitar 20 meter lebih. Kejadian ini membuat Alfaro kebingungan dan akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.

Tim Rescue Damkar Palangka Raya langsung merespon panggilan tersebut. Meskipun biasanya menangani kebakaran, evakuasi ular, atau sarang tawon, mereka tetap sigap membantu Alfaro.

"Mengingat lokasi yang sulit dijangkau, petugas menggunakan tali dan peralatan panjat untuk mencapai drone yang tersangkut. Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari dua jam," kata Koordinator Call Center 112 Diskarmat Palangka Raya, Sucipto, Jumat 11 April 2025.

Sucipto menjelaskan bahwa petugas terpaksa memanjat bangunan sarang walet dari samping karena jalur masuk ke dalam bangunan tidak memungkinkan. Satu anggota Damkar dengan peralatan lengkap memanjat menggunakan tali kalabiner untuk mengambil drone tersebut.

Berkat kesigapan dan profesionalisme Tim Rescue Damkar, drone berhasil dievakuasi tanpa kendala berarti dan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil. Alfaro pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi pengguna drone agar lebih berhati-hati, terutama di area dengan banyak bangunan tinggi.

"Penggunaan drone perlu memperhatikan faktor keamanan dan lingkungan sekitar untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali," pungkasnya. (PATHUR/H)