SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit –  Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuka peluang bagi pihak swasta untuk menyerap gabah petani di wilayah setempat.

Namun, ada syarat yang harus dipenuhi, yakni harga pembelian harus di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan.

"Jika ada pihak pengusaha atau swasta yang ini membeli gabah petani silahkan, tapi harganya harus di atas Bulog," kata Kepala Perum Bulog KC Kotim, Muhammad Azwar Fuad, Minggu, 14 April 2025.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan HPP gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Penetapan harga ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Sehingga, pihak swasta atau pengusaha yang ingin membeli gabah petani harus di atas harga HPP. 

Azwar Fuad juga memprediksi puncak panen raya di Kotim akan terjadi pada Mei mendatang.  Berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian setempat, luas lahan padi yang akan panen pada periode April-Mei diperkirakan mencapai 8.000 hektare.

"Jika diasumsikan panen dikali empat ton per hektare, maka akan ada 32 ribu ton gabah yang harus diserap. Sesuai instruksi, Bulog berkomitmen siap menyerap seluruh gabah hasil produksi petani. Tapi kalau ada pihak swasta yang mau membeli silahkan," ujar Azwar Fuad.

 Hal ini menunjukkan potensi besar yang ada di sektor pertanian Kotim.  Bulog dan pihak swasta diharapkan dapat bekerja sama untuk menyerap hasil panen petani secara optimal. (DEVIANA/H)