BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS telah sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST serta Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Dalam agenda RUPST, Perseroan membahas sejumlah keputusan penting yang mencakup persetujuan dan pengesahan Laporan Keuangan Tahun Buku 2024, penggunaan laba bersih perusahaan, serta penunjukan Akuntan Publik untuk Tahun Buku 2025.
Dalam laporan keuangan tahunannya, SSMS mencatat pertumbuhan yang kuat sepanjang tahun 2024. Laba bruto meningkat 17,17 persen, dari Rp2,80 triliun pada 2023 menjadi Rp3,28 triliun pada 2024.
"Pertumbuhan laba usaha juga tercatat signifikan, dengan kenaikan 47,99 persen, mencapai Rp1,77 triliun dibandingkan Rp1,20 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, total laba komprehensif setelah penyesuaian proforma melonjak 71,54 persen, dari Rp527 miliar pada 2023 menjadi Rp904 miliar pada 2024," kata Direktur Utama PT SSMS, Jap Hartono dalam rilisnya pada Selasa, 22 April 2025.
Peningkatan kinerja keuangan tersebut berdampak langsung pada pertumbuhan laba yang diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk, yang naik 59,99 persen, mencapai Rp820 miliar dibandingkan Rp512 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali meningkat tajam sebesar 315,25 persen, dari Rp6 miliar menjadi Rp25 miliar.
Dari sisi operasional, SSMS kini mengelola 23 perkebunan kelapa sawit dengan total produksi yang mencapai hampir 1,56 juta metrik ton Tandan Buah Segar atau TBS sepanjang tahun 2024. Produksi minyak kelapa sawit mentah atau CPO perusahaan juga mencatat lebih dari 461,41 ribu metrik ton, yang diperkuat dengan tambahan 440 ribu metrik ton TBS dari sumber independen. Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas strategi operasional dan efisiensi pengelolaan biaya Perseroan dalam menghadapi tantangan industri.
"Dalam keputusan RUPST, SSMS menetapkan pembagian dividen sebesar Rp450 miliar atau Rp47,24 per saham, yang setara dengan 54,91 persen dari laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk," katanya lagi.
Pembagian dividen ini akan dilakukan secara proporsional kepada para pemegang saham sesuai dengan persentase kepemilikan mereka.
Selain itu, sisa laba bersih sebesar Rp369,53 miliar atau 45,09 persen dari laba tahun berjalan yang diatribusikan, akan dimasukkan sebagai cadangan lainnya guna memperkuat saldo laba ditahan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan keuangan dan memastikan kesinambungan investasi strategis Perseroan di masa mendatang.
Berdasarkan regulasi pasar modal, pemegang saham yang berhak atas dividen tunai adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 2 Mei 2025 pukul 16.00 WIB. Adapun distribusi pembayaran dividen tunai akan dilaksanakan pada 21 Mei 2025.
Dengan hasil positif dari RUPST dan RUPSLB tahun ini, SSMS optimistis dapat mempertahankan kinerja keuangannya serta terus berkontribusi bagi pertumbuhan industri kelapa sawit nasional. Langkah strategis yang diambil dalam pengelolaan laba dan ekspansi operasional diharapkan mampu mendorong keberlanjutan usaha dan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. (TESTI PRISCILLA/j)









